The Knowledge For Our Common

Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts

Wednesday, January 15, 2014

"Bersahabat," Tarif Telepon Axis ke XL Lebih Murah

Kini, semua pelanggan Axis boleh menggunakan jaringan milik XL.



Wacana Axis "kawin" dengan XL semakin menemukan titik cerah. Hari ini, kedua operator meluncurkan promo baru bertajuk "Bersahabat." Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi kepada pelanggan Axis.

Menurut Julandi GF Simanjuntak, GM Customer Service Axis, fokus utama dari kerja sama dengan XL adalah untuk membuat jaringan telekomunikasi Axis semakin besar, luas, dan membaik.

"Saat ini, pelanggan Axis akan memiliki tarif telpon dan SMS yang sama ke nomor XL, sama ketika menelpon dan SMS ke nomor Axis. Tarif baru itu mulai berlaku per hari ini di wilayah Jawa, Bali, dan Lombok," kata Julandi, di Jakarta, Jumat 20 Desember 2013.

Dia menambahkan, dengan adanya kerja sama ini, jaringan telekomunikasi Axis juga akan semakin luas. "Sekarang Axis sudah memiliki 9.500 BTS dan XL 42.000 BTS. Kerja sama ini memungkinkan Axis menggunakan jaringan yang dipunyai XL," ujar Julandi.

Sementara, untuk sisi layanan, Axis mempunyai Axis Shop dan XL memiliki 112 XL Center. Dengan "Bersahabat," XL membuka 28 gerai XL Center untuk melayani pelanggan Axis.

"Saat ini, Axis dan XL masih berupa entitas perusahaan yang berbeda. Sedangkan kerja sama ini merupakan strategi bisnis dari masing-masing perusahaan," kata Mariana Wilianti, Senior Manajer Segment Planning XL.

Mariana menjelaskan, kolaborasi antara Axis dan XL ini mengikuti aturan dari pemerintah yang mengharuskan menjaga kualitas layanan para pelanggan.

"Dengan kerja sama ini, kami berharap kualitas layanan Axis menjadi semakin baik," ujar Mariana.

Untuk diketahui, sebelum ada program "Bersahabat," tarif telpon pelanggan Axis ke XL adalah Rp300 per 20 detik. Tapi, kini tarifnya turun menjadi Rp250 per 20 detik.

Sedangkan untuk tarif SMS dari nomor Axis ke XL masih tetap Rp100 per SMS. Tapi, setelah melakukan SMS sebanyak tujuh kali, pelanggan Axis gratis mengirimkan SMS ke nomor XL sepuasnya, dan 100 SMS ke nomor lain per hari.

"Promo ini adalah berlaku jangka panjang dan akan dianalisis serta dievaluasi setiap bulan dan per tiga bulan. Untuk kelanjutan dari promo ini, perusahaan akan menginformasikannya kembali," kata Julandi.




 http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/467880--bersahabat---tarif-telepon-axis-ke-xl-lebih-murah




Ini Sebab Kualitas Layanan Axis Buruk

Sepanjang 5 Oktober-6 November, tercatat 600 komplain per hari.

 

 Akibat migrasi kanal 3G yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 lalu, layanan telekomunikasi Axis agak babak belur. Akibatnya, banyak pengguna Axis yang mengeluhkan kualitas jaringan Axis.

Julandi GF Simanjuntak, GM Customer Service Axis, mengakui, penurunan kualitas layanan telekomunikasi Axis pada saat proses migrasi itu disebabkan adanya interferensi atau gangguan sinyal pada Base Transceiver Station (BTS) Axis di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Lombok.

"Pada awal migrasi kanal 3G di tanggal 1 Oktober 2013, jumlah complain dari pelanggan Axis sangat tinggi. Mereka mengeluhkan jaringan telekomunikasi Axis yang sangat buruk," kata Julandi, di Jakarta, 20 Desember 2013.

Namun, tambah Julandi, Axis langsung menyelesaikan interferensi itu dengan memasang filter --perangkat untuk meminimalisir interferensi-- di BTS-BTS milik Axis. Pada tahap pertama, Axis memasang 1.130 filter di 54 site BTS.

"Complain paling tinggi terjadi sekitar tanggal 5 Oktober sampai 6 November 2013. Bisa ada 600 complain per hari. Namun, setelah kami melakukan pemasangan filter di 54 site, jumlah complain dari pelanggan mulai turun pada awal bulan November 2013," jelas Julandi.

Sementara, total filter yang harus dipasang Axis untuk menghindari interferensi berjumlah 3.000 filter. Dan kekurangan sebanyak 1.879 filter itu akan kembali dilakukan pada tahun 2014.

"Pemasangan filter itu kami harapkan rampung pada awal tahun 2014 nanti. Sehingga, di tahun depan jaringan telekomunikasi Axis sudah mampu memberikan yang terbaik kepada pelanggan," ujar Julandi. 




http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/467928-ini-sebab-kualitas-layanan-axis-buruk

Siapa Untung di Balik Merger XL-Axis

Merger itu membuat perbedaan proporsi kepemilikan spektrum frekuensi.



Proses merger dua operator seluler PT XL Axiata dan PT Axis Telekom Indonesia terus berjalan, setelah mengantongi restu dari Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Kedua operator bahkan meluncurkan promo baru bertajuk "Bersahabat" pada Desember 2013 lalu.

Namun, meski sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah, langkah penyatuan usaha di bisnis telekomunikasi tersebut masih belum 100 persen mulus.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum merestui merger itu dengan alasan perbedaan kepemilikan spektrum frekuensi. 

Anggota Komisioner KPPU Muhammad Syarkawi Rauf berpendapat ada satu hal yang menarik dari proses merger itu yaitu spektrum frekuensi. Sebab usai merger, ada perbedaan proporsi kepemilikan spektrum frekuensi.

XL Axiata-Axis memiliki spektrum sebesar 55 MHz. Jumlah spektrum itu melebihi spektrum PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang memiliki spektrum 50 MHz.

Dari sisi kewajiban layanan pun, XL-Axis lebih ringan, sebab pelanggan keduanya jika dijumlah sekitar 60 juta pengguna, melebihi jumlah pelanggan PT Indosat Tbk. Sedangkan Telkomsel dengan spektrum 50 MHz harus melayani 100 juta pelanggan lebih.

"Hal ini memungkinkan pelanggan operator lain berpindah ke perusahaan merger XL Axiata-Axis demi mendapatkan layanan seluler yang lebih baik. Sebab, apabila pita makin lebar dan jumlah pengguna sedikit, layanan seluler relatif menjadi lebih baik dan stabil," ujar Syarkawi.

Untuk itu, dia melanjutkan, KPPU akan fokus pada kondisi pasar dan kepemilikan frekuensi perusahaan usai merger dan pengaruhnya terhadap industri seluler Indonesia.

"Kami akan mengawal kepemilikan frekuensi tersebut, apakah akan berdampak pada pangsa pasar perusahaan hasil merger atau tidak. Untuk merger frekuensi, kami serahkan aturannya ke pemerintah," kata dia.

Dia mengatakan, KPPU akan meninjau kembali merger XL Axiata-Axis.Jika ditemukan bukti adanya monopoli akibat kepemilikan spektrum frekuensi tersebut, ada kemungkinan proses merger akan ditunda.

Vice President Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk, kepada VIVAnews juga mengaku bahwa proses merger sedang berjalan dan belum tuntas sepenuhnya. Dia menyerahkan proses penilaian sepenuhnya kepada berbagai lembaga terkait.

Sebab, selain mendapat "restu" Kominfo, proses pengabungan usaha itu juga harus mendapat tanda tangan dari KPPU, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Otoritas Jasa Keuangan. "Kami sudah serahkan semua bersama dokumen terkait pada 27 September silam. Memang saat ini tengah difinalisasi," ujarnya.

Turina mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan penilaian awal KPPU itu. Dia berharap penilaian segera selesai dan merger bisa sah per awal tahun ini. "Semoga akhir Januari nanti sudah bisa closing," katanya.

Gatot Dewabroto, Kepala Informasi dan Humas Kominfo, mengatakan bahwa seminggu yang lalu Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dipanggil KPPU untuk dimintai keterangan mengenai proses merger XL-Axis.

"Pak Menteri menjelaskan bahwa proses merger itu sudah sesuai dengan perundang-undangan, tidak ada monopoli, dan sangat transparan," ujarnya, saat dihubungi VIVAnews, Selasa 14 Januari 2014.

Memang, kata dia, proses merger ini belum sepenuhnya selesai. Namun, jika sudah selesai pemerintah dalam hal ini Kominfo akan menarik kembali  spektrum milik Axis masing-masing 5 Mhz pada pita frekuensi 2100 Mhz, yakni pada blok 8 dan 11.

Siapa untung?
Sementara itu, bila menghitung untung dan rugi dari proses merger antara XL-Axis, Kominfo berpendapat akan lebih banyak keuntungannya bagi negara. Menurut Gatot, ada tiga keuntungan yang didapat. Bahkan, tidak ditemukan adanya kerugian.

Pertama, negara mendapatkan keuntungan dari penerimaan negara bukan pajak (PNPB) sebesar Rp1 triliun yang masuk ke kas negara.

Kedua, setelah proses merger selesai, negara juga akan kembali mendapat pemasukan dari proses lelang frekuensi yang dimiliki oleh Axis.

Ketiga, seperti yang sudah dibicarakan, idealnya jumlah operator tidak terlalu banyak. Dengan adanya proses merger ini, maka jumlah operator akan semakin sedikit.

"Pemerintah, dalam hal ini Kominfo tidak menemukan adanya kerugian dari proses merger XL-Axis. Jadi, bisa dibilang merger tersebut sangat menguntung negara dan sama sekali tidak merugikan negara," kata Gatot.

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, yang telah merestui merger dua operator telekomunikasi pada 28 November lalu, juga mengatakan langkah penarikan frekuensi pada proses merger itu untuk menyelamatkan negara dari kerugian.

"Jika merger ditunda Axis akan bangkrut, dan potensi PNPB bisa hilang satu triliun rupiah yang harus dibayarkan sebelum 15 Desember 2013," kata Tifatul, saat dijumpai di Jakarta, 12 Desember lalu.

Ia menjelaskan, dengan menarik 5 Mhz saja, negara dapat berpotensi mendapatkan pemasukan setidaknya Rp4 trililun, sebab nantinya total 10 Mhz itu rencananya akan dilelang kembali. "Menarik 5 Mhz saja negara bisa dapat triliunan, apalagi 10 Mhz. Bisa dapat dua kali lipatnya," kata dia.

Menurutnya, lelang spektrum 3G 10 Mhz juga dapat meningkatkan PNPB 2013 dan 2014. "Jadi, tak benar ada kerugian negara," tegas Tifatul meluruskan.

Dalam hal spektrum yang alokasinya terbatas, pemerintah tak ingin merugi. Untuk itu, setelah melalui pertimbangan dari berbagai aspek, merger akhirnya disetujui. Jika tak disetujui, negara justru akan mengalami kerugian dengan kondisi Axis itu.

Yakin berjalan mulus
Sementara itu, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Sigit Puspito Wigati J, pun mengaku optimistis dengan keputusan yang diambil Menkominfo. "Kami percaya, sebab kajian kami cukup komprehensif. Secara regulasi bisa dikaji. Proses ini memang perlu hati-hati," kata dia.

Menurut kajian BRTI, Sigit mengatakan, merger XL-Axis tak berpotensi merusak atmosfer persaingan di industri. Sebab berdasarkan kontribusi pendapatan, Axis tergolong kecil, hanya dua persen.

"Kami juga menyimulasikan kondisi setelah merger dan dampaknya kepada sektor telekomunikasi ya sehat, hampir semua skenario membuat industri makin sehat," dia menambahkan.

Berdasarkan besaran pangsa pasar pelanggan operator, saat ini industri telekomunikasi Tanah Air masih didominasi tiga besar. Secara rinci, pangsa pasar Telkomsel (46 persen), Indosat (22 persen), XL (17 persen), Tri (10 persen), dan Axis (5 persen).

Sedangkan berdasarkan pendapatan, Telkomsel memiliki kontribusi sebesar 55 persen, Indosat (19 persen), XL (21 persen), Tri (3 persen) dan Axis (2 persen).

Selain itu, kata Sigit, kondisi industri operator telekomunikasi saat ini memasuki masa sulit atau jenuh. Maka insiatif merger perlu diapresiasi. "Dalam kondisi yang megap-megap, kalau ada yang mau akuisisi justru itu membantu, jadi tidak ada masalah," kata dia. 

Sementara itu, pengamat telekomunikasi dari Universitas Indonesia, Gunawan Wibisono berpendapat, keputusan Menkominfo beserta tim Ad Hoc yang dibentuknya dinilai kurang transparan.

"Keputusan merger itu bisa saja merupakan buah kompromi, dan yang memberikan masukan pun BRTI  yang notabene merupakan bawahan menteri," ujarnya di Jakarta, Senin 13 Januari 2014.
 
Dia menilai, proses merger ini sejak awal telah melanggar Pasal 25 ayat 1 PP No. 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum.
 
"Mereka hanya berlindung pada pasal dua, di mana penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit dilakukan oleh Menteri. Padahal, sebenarnya yang boleh diizinkan menteri hanya izin stasiun radionya, bukan frekuensinya," ujar Wibisono.
 
Gunawan menambahkan, pengalokasian frekuensi bekas Axis ke XL di pita 1.800 MHZ pun sebenarnya tidak ada dasarnya, karena hal itu menjadikan frekuensi XL sama dengan Telkomsel. Padahal, jumlah pelanggan Telkomsel jauh lebih besar.
 
Menanggapi hal itu, anggota BRTI, Nonot Harsono, mengatakan, rekomendasi tim yang tertulis memang tidak ada yang sesuai dengan keputusan Menkominfo, tetapi rekomendasi yang lisan jauh lebih banyak.
 
Menurut dia, menteri memilih salah satu saja. Pemerintah tidak menempuh kata pengembalian, tapi rebalancing atau pengaturan ulang. "Hasil akhir dari penataan frekuensi adalah keseimbangan daya saing dari 3 besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL," ungkap Nonot.
  
Di sisi lain, Nonot tidak menjawab kenapa harus dialokasikan di 1800 MHZ. Dia hanya mengatakan, fokus rebalancing adalah di pita 1800 MHZ dan 2,1 GHZ, jadi bisa dipilih salah satu atau keduanya.

Diketahui, dalam surat Menteri Kominfo No.1147/M.KOMINFO/UM.01.01/11/2013 tertanggal 28 November 2013, Tifatul menyebutkan permohonan merger XL-Axis sudah sejalan dengan visi pemerintah dalam konsolidasi industri telekomunikasi. 

Persetujuan itu juga memastikan bahwa pada merger itu tidak terdapat praktik monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat, setelah dilakukan kajian dari berbagai aspek. Di antaranya hasil kajian aspek yuridis dan persaingan usaha, di mana delta Herfindahl-Hirschman Index (HHI) kurang dari 150.
 
 
 
 
 
 http://fokus.news.viva.co.id/news/read/473185-siapa-untung-di-balik-merger-xl-axis
 

Thursday, December 19, 2013

Menjajal Kecepatan 4G LTE di Jakarta

General Manager Technology Roadmap and Acquisition, Edyson B. Tamba (kanan), sedang menguji kecepatan jaringan 4G LTE di kantor pusat Telkomsel, Wisma Mulia, Jakarta, Senin (23/9/2013).


Telkomsel melakukan uji coba jaringan nirkabel 4G Long Term Evolution (LTE), di dalam ruangan yang berlokasi di kantor pusatnya, Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Senin (23/9/2013). Anak perusahaan Telkom ini menggunakan pita frekuensi 1.800MHz dengan alokasi 5MHz.

Menurut General Manager Technology Roadmap and Acquisition, Edyson B. Tamba, uji coba ini menandakan perusahaan siap mengadopsi teknologi terbaru, karena sebagian besar BTS yang dimiliki Telkomsel siap 4G LTE. Selain Jakarta, Telkomsel juga menguji 4G LTE di Bali.

"Indonesia terbilang terlambat mengadopsi LTE, karena negara tetangga seperti Filipina sudah gelar LTE," katanya. Jika nanti Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah membuat regulasi tentang penyelenggaraan 4G LTE, Telkomsel menyatakan siap memberi layanan komersial.

Pada kesempatan uji coba ini, KompasTekno menggunakan ponsel pintar Samsung Galaxy S4 (warna putih) dan Sony Xperia Z (warna hitam), yang keduanya memakai sistem operasi Android . Untuk mengukur kecepatan internet, perangkat lunak yang digunakan adalah SpeedTest.net.

Bukan hanya dua ponsel di atas saja (Galaxy S4 dan Xperia Z) yang terkoneksi dengan jaringan 4G LTE. Beberapa karyawan Telkomsel yang berada di ruangan tempat uji coba juga terkoneksi dengan jaringan nirkabel generasi keempat tersebut.

Saat mulai menguji kecepatan internet, KompasTekno menempatkan kedua ponsel secara berdampingan lalu menekan tombol "Begin Test" pada aplikasi SpeedTest.net secara bersamaan. Berikut hasil uji coba 4G LTE yang dilakukan KompasTekno di kantor pusat Telkomsel:

Tes pertama

Uji coba pertama kecepatan 4G LTE Telkomsel dengan ponsel Sony Xperia Z (kiri) dan Samsung Galaxy S4 (kanan)

Tes kedua

Uji coba kedua kecepatan 4G LTE Telkomsel dengan ponsel Samsung Galaxy S4 (kiri) dan Sony Xperia Z (kanan)



Samsung Galaxy S4
Ping: 20ms
Download: 22,36Mbps
Upload: 20,57Mbps

Sony Xperia Z
Ping: 21ms
Download: 16,79Mbps
Upload: 15,75Mbps

KompasTekno juga menjajal kedua ponsel untuk sekedar berselancar internet sampai memutar video beresolusi tinggi. Kedua perangkat dapat memutar video di YouTube dengan lancar, tanpa putus.

Jika Telkomsel resmi menggelar 4G LTE, bisa jadi kecepatannya tidak sesuai dengan hasil uji di atas karena jaringan tersebut akan digunakan secara massal.





@http://tekno.kompas.com/

Telkom Kaji Pindahkan Flexi ke Telkomsel




Telkom Indonesia sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk menentukan masa depan layanan Flexi. Salah satu kemungkinan yang akan ditempuh adalah melikuidasi Flexi dan memindahkan pelanggannya ke Telkomsel.

Pihak Telkom memandang bisnis seluler berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) di Indonesia terus menurun. Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo mengatakan, Telkom merasa perlu membuat rencana jangka panjang terkait bisnis Flexi.

Namun, saat ini pihak Telkom masih mencari langkah yang paling tepat. "Segala sesuatu, baik yang berhubungan dengan pelanggan, penomoran, serta yang terkait dengan internal (infrastruktur dan sumber daya) akan dievaluasi secara menyeluruh," Arif saat dihubungi KompasTekno.

Rencananya, layanan Flexi yang selama ini berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan dialihkan menjadi Extended Global System for Mobile (E-GSM). Sekedar catatan, E-GSM merupakan upaya untuk memanfaatkan teknologi GSM di spektrum frekuensi 900 MHz. 

Jika nanti Flexi berganti teknolog GSM, berarti pelanggan setianya harus mengganti ponsel yang mendukung GSM. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah penomoran.

Flexi memiliki lisensi Fixed Wireless Access (FWA) atau Telepon Tetap Nirkabel, yang berarti layanan seluler mobilitasnya terbatas. Karena itulah, sistem penomoran Flexi menggunakan nomor telepon tetap atau dikenal dengan telepon rumah yang memiliki kode area seperti "021" untuk Jakarta atau "022" untuk Bandung.

Pada kuartal ketiga 2013, Flexi melayani 11,6 juta pelanggan dengan 4.000 base transceiver station (BTS). Jumlah itu anjlok dari 16,8 juta pelanggan pada periode sama tahun lalu.

Apapun langkah Telkom nanti, harus mendapat restu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, Telkom harus mengutamakan kenyamanan pelanggan jika ingin mengambil langkah terkait masa depan Flexi, termasuk masalah penomoran. 

"Telkom punya hak untuk menentukan masa depan Flexi, tapi semuanya harus mendapat persetujuan regulator dan mengutamakan pelanggan serta layanan," tegas Gatot.

Terkait sumber daya frekuensi, Telkom tidak bisa begitu saja mengalihkan frekuensi yang dimiliki Flexi kepada Telkomsel. Karena, frekuensi merupakan sumber daya alam yang terbatas dan dikuasai oleh pemerintah. Selain itu, Telkom dan Telkomsel juga dua entitas yang berbeda.




@http://tekno.kompas.com/


Friday, November 29, 2013

Indosat Siap Luncurkan Satelit PALAPA-E




Memenuhi tenggat waktu dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) terkait pemanfaatan slot orbit satelit di orbit 150.5° Bujur Timur (BT), hari ini, Jumat (29/11) Indosat menyampaikan surat kepada Menteri Kominfo mengenai penandatanganan kerja sama PALAPA-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Sciences pada tanggal 27 November 2013 kemarin.
Kontrak kerja sama ini untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh Pemerintah sesuai tenggat waktu yang diberikan.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli dan EVP & GM Orbital Sciences, Michael E Larkin ini merupakan tindak lanjut rencana Indosat dalam mempersiapkan peluncuran satelit PALAPA-E di pada tahun 2016 mendatang.
"Penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen Indosat untuk memenuhi persyaratan Pemerintah. Dan kami bergembira dan berterima kasih kepada berbagai pihak sehingga perjanjian kerja sama dengan Orbital Science dapat ditandatangani dalam tenggat waktu seperti yang dimintakan pemerintah," ungkap Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat.
Satelit PALAPA-E akan menggantikan satelit PALAPA-C2 yang mengorbit di slot 150.5° BT. Satelit PALAPA-E yang akan dikendalikan dari Stasiun Bumi Jatiluhur ini menggunakan platform Satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences Corporation, memiliki kapasitas yang terdiri dari transponder C-Band standard dan extended serta transponder KU-Band (optional).
Satelit ini akan meng-cover wilayah Indonesia, ASEAN dan Regional Asia Pasifik. Satelit ini juga akan menjadi bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap maupuan data tetap.
"Orbital Sciences siap mendukung Indosat sebagai pelanggan kami dalam rencana desain, produksi serta peluncuran satelit yang merupakan proyek yang penting bagi Indonesia. Dengan seluruh kapasitas yang dimilikinya, satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences adalah solusi optimal guna memenuhi kebutuhan satelit Indosat," jelas Michael E Larkin, EVP & GM Orbital Sciences.
Layanan Satelit yang disediakan Indosat antara lain adalah Transponder Lease sebagai basic service untuk memenuhi kebutuhan konektifitas korporasi dan pemerintahan (seperti untuk jaringan e-KTP, ISP, dan lain-lain melalui jaringan VSAT), serta DigiBouquet dan Telecast Service untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan broadcasting.
Saat ini satelit PALAPA-D di lokasi orbit 113° BT telah menyiarkan 55 channel TV dan 5 channel radio free-to-air (tidak berbayar) dari dalam maupun luar negeri termasuk di dalamnya sebagian besar TV-TV nasional dan dinikmati oleh sekitar 15 juta pesawat penerima (TVRO) di wilayah Indonesia. Satelit PALAPA-D juga menjadi andalan sarana penyiaran bagi 3 operator TV berbayar nasional dengan jumlah total channel berbayar sebanyak 200 channel.
Adapun layanan Telecast Service digunakan untuk melayani berbagai macam kebutuhan siaran acara-acara tertentu seperti siaran langsung Liga Super Indonesia, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan PBB, SEA Games, dan lain-lain.
Indosat Grup memanfaatkan Satelit PALAPA-D dan PALAPA-C2 sebagai bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat Grup, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap, maupun data tetap dan juga anak perusahaan.

http://industri.kontan.co.id/



Wednesday, November 27, 2013

SBY Perintahkan Marty Panggil Dubes Korea Selatan dan Singapura





Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) menginstruksikan kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk memanggil Dubes Singapura dan Korea Selatan ke Indonesia.

"Saya sudah menginstruksikan kepada Menlu untuk mendiskusikan kepada dubes negara-negara sahabat itu," ujar SBY di Kantornya, Selasa (26/11).

Hal itu menyusul adanya dugaan kedua negara tersebut membantu penyadapan Amerika Serikat dan Australia di Asia. Dikabarkan, Amerika dan Australia menyadap sejumlah negara di Asia dari permukaan laut.

"Saya mendengar dari saudara-saudara kalangan pers dan kalangan pers yang ingin tahu, yang ingin mendengar tentang respon saya yaitu berkaitan dengan dugaan kedua negara yaitu Singapura, tetangga dan sahabat negara Asia, dan juga Korsel salah satu sahabat Indonesia, yang membantu Australia dan AS yang membantu penyadapan komunikasi bawah laut dengan negara lain, meski pun tidak spesifik di Indonesia, tetapi Asia," jelas SBY .

Berdasarkan kabar yang yang beredar, Singapura dan Korsel membantu Amerika dan Australia menyadap komunikasi di Asia. Hal itu berdasarkan dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden.



http://www.merdeka.com/


Australia Sadap Operasi Militer Indonesia di Timor-timur 1999





Bukan sekali dua kali Australia menyadap pejabat di Indonesia. Beberapa fakta menunjukkan intelijen Australia pun menyadap komunikasi militer Indonesia tahun 1999 saat krisis Timor Timur.

Saat itu Defence Signals Directorate (DSD) begitu leluasa mengorek beberapa informasi penting dari komunikasi militer Indonesia. Australia memang menjadi salah satu tulang punggung United Nations Mission in East Timor (UNAMET). Misi PBB yang mengawasi jalannya referendum Timor-timur. Akan tetap bergabung dengan Indonesia, atau memilih merdeka. UNAMET mulai bertugas 11 Juni 1999.

Fakta penyadapan ini dituturkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo , yang juga pakar teknologi informasi. Beberapa tulisan juga telah dipublikasikan di Sidney Morning Herald edisi 14 Maret 2002.

Tak tanggung-tanggung, yang disadap tokoh-tokoh kunci di Badan Intelijen Negara dan petinggi TNI/Polri. 

Berikut jalannya penyadapan tahun 1999 tersebut.


1. Tim elite Tribuana menyusup ke Timor-timur

Intelijen Australia mendapat informasi satuan elite Kopassus yang diberi sandi Satgas Tribuana masuk ke Timor-timur. Australia menduga pasukan ini melaksanakan misi terselubung. Percakapan tersebut diberi tanggal 9 Februari 1999. 

Diketahui salah satu Komandan Satgas Tribuana adalah Letkol Yayat Sudrajat. Perwira menengah Korps Baret Merah ini kemudian menjalani sidang Pengadilan HAM Ad Hoc Jakarta Pusat, 30 Desember 2002.

Yayat mengaku tugas Kopassus di sana bukan operasi militer, tetapi operasi pembinaan atau teritorial. Dia juga membantah Kopassus terlibat kerusuhan berdarah di Liquica tahun 1999.

Yayat akhirnya divonis bebas karena tak terbukti berperan dalam pelanggaran HAM di Timor-timur.

2. Percakapan Tribuana dengan Eurico Guterress

Eurico Guterres adalah komandan milisi pro-integrasi. Dia gigih memperjuangkan bergabungnya Timtim dengan Indonesia.

Intelijen Australia sempat menangkap pembicaraan Eurico dengan Tim Tribuana tanggal 14 Februari 1999. Saat itu Tim elite Kopassus tersebut menanyakan anak buah Eurico yang jadi korban kerusuhan.

Eurico menjadi komandan laskar Mahidi, mati hidup ikut Indonesia. Tribuana menjanjikan Eurico, TNI akan memberikan perhatian.

"Kami menjamin Brigjen Simbolon peduli pada anak buahnya yang terluka," garansi Tim Tribuana.


3. Danrem tanyakan kekuatan milisi

Intelijen Australia juga menyadap percakapan Komandan Korem 164/Wiradharma Kolonel Tono Suratman dengan Eurico Guterres. Tono menanyakan dimana kekuatan massa pro-integrasi yang bisa unjuk gigi.

Saat itu Eurico melaporkan ada 400 milisi bersiaga di luar sebuah hotel di Dili. Penyadapan ini menunjukkan TNI punya hubungan dekat dengan milisi pro-integrasi. Percakapan ini tercatat tanggal 5 Mei 1999.

Tahun 2002, Eurico sempat diadili karena diduga terlibat pelanggaran HAM dan kerusuhan di Timor-timur saat referendum. Dia dijatuhi hukuman 10 tahun. Namun dalam peninjauan kembali (PK), Mahkamah Agung memutuskan Guterress bebas.

Kolonel Tono sendiri tetap bertugas di TNI. Sempat menjadi Pangdam VI Tanjungpura di Kalimantan dan Asisten Operasi Kasad, dengan pangkat mayor jenderal.

4. TNI di belakang demo anti-UNAMET

Salah satu info penting yang disadap intelijen Australia adalah percakapan petinggi Badan Intelijen Strategi ABRI Brigjen Ariffudin. Terungkap TNI turut membantu demonstrasi massa pro-integrasi terhadap UNAMET.

TNI menyediakan material demonstrasi anti misi PBB di Timor-timur ini. Di antaranya bendera dan kaos. 

"5.000 kaos sudah disiapkan dan 10.000 lainnya masih diproduksi." Demikian informasi per tanggal 9 Agustus 1999.

Selain itu ada juga penyadapan percakapan antara Mayjen Zaky Anwar Makarim dengan perwira polisi terkait penghitungan suara referendum.

5. Tim Kiper-9 buru milisi prokemerdekaan

20 September 2009, Australia menyadap percakapan antar para petinggi TNI. Mayjen Zaky Anwar Makarim, Letjen Yunus Yosfiah dan Letjen Hendropriyono mendiskusikan soal 'pemindahan populasi'. 

Diduga merupakan upaya antisipasi jika referendum tanggal 30 Agustus, dimenangkan massa pro-kemerdekaan.

Tanggal 21 Agustus, ada percakapan antara TNI dengan politikus pro-Indonesia Francisco Xavier Lopez da Cruz. Intinya Kopassus membentuk tim pemburu Kiper-9. 

Misinya memburu tokoh-tokoh pro-kemerdekaan, atau orang-orang pro-Indonesia yang membelot pada lawan.



http://www.merdeka.com/



Indosat Gerah dituding Roy Suryo Andil Soal Penyadapan Australia





PT Indosat Tbk merasa gerah dengan tudingan pengamat multimedia yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, bahwa operator tersebut merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam penyadapan Australia dengan Indonesia.

"Ya dasarnya apa? Orang-orang yang disadap juga bukan pakai nomor Indosat. Cek lagi deh nomor siapa saja yang disadap dan mereka pakai nomor apa?" ujar President Director and CEO Indosat Alexander Rusli kepada merdeka.com, belum lama ini.

Dia juga mempertanyakan kepada Roy Suryo dasar tuduhan kepada Indosat itu apa. Seperti diketahui, Menpora Roy Suryo mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa Indosat merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam penyadapan Australia kepada Indonesia.

Menurut dia, file-file presentasinya 10 tahun yang lalu sebenarnya sudah mengupas soal-soal yang diributkan saat ini.

"Setelah Indosat dijual saat itu, saat presidennya siapa, secara otomatis terjual pula satelit Palapa (Satelindo), kabel laut (Sisindosat), VSAT (Lintasarta), yang semuanya di bawah Indosat. Jadi, penjualan Indosat itu bukan hanya kebodohan besar, tetapi juga kerugian secara intelijen dan kerahasiaan negara," katanya.

Roy mengaku mendukung upaya pencabutan slot orbit 150,5 BT dari Indosat karena terbukti hanya untuk memata-matai, termasuk keluarnya Timor Timur dari Indonesia.

Sebelumnya, Menkominfo, Tifatul Sembiring, menegaskan akan menutup penyelenggara telekomunikasi yang terbukti melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat di Indonesia.

Menkominfo memberikan waktu sampai akhir pekan ini kepada operator untuk memeriksa jaringannya apakah ada penyusup atau karyawan yang membocorkan rahasia negara, termasuk mitra outsourcing atau manage services.

Direktur Indosat, Fadzri Sentosa, membantah hal itu seraya mengatakan Indosat sudah sesuai prosedur. "Kita juga sudah amankan semua jaringan kita, namun begitu, sesuai dengan Instruksi yang dikeluarkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Indosat juga tetap akan melakukan pengecekan dan memeriksa jaringannya dalam waktu hingga seminggu ke depan," tuturnya.

Menurut informasi yang disampaikan Sydney Morning Herald, komunikasi Indonesia ternyata selama ini disadap Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik Pemerintah Singapura. Sepuluh tahun yang lalu, Indosat juga masih dimiliki Temasek lewat STT Telemedia, induk usaha Singtel.




http://www.merdeka.com/


Menanti Ketegasan Tifatul Terhadap Singtel dan Indosat




Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, telah melontarkan pernyataan yang akan menutup operator pelaku penyadapan.
Kominfo secara tegas menyatakan akan menutup operator telekomunikasi yang terbukti menjual atau membocorkan data-data ke pihak asing. Dari perkembangan informasi yang mencuat, mulai terkuak adanya jejak Singapura Telecommunication dan Indosat yang membantu penyadapan yang dilakukan Australia.
"Kita lihat motifnya, kalau memang ada keterlibatan secara kuat ini melanggar UU, bisa ditutup usaha telekomunikasinya," kata Tifatul seusai memanggil operator telekomunikasi membahas isu penyadapan dan memberikan waktu seminggu kepada operator untuk membuktikan bahwa mereka tidak terlibat.
"Pemerintah tengah meminta data-data dari seluruh operator telekomunikasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah operator telepon telah menjalankan bisnisnya sesuai dengan UU yang berlaku. Kewenangan Kominfo adalah memeriksa secara teknis, apakah sudah sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Kita akan koordinasikan dengan pihak operator dan menunggu jawaban dari teman-teman operator," kata Tifatul.
Informasi terbaru dilontarkan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang juga pengamat multimedia Roy Suryo. Poltikus Partai Demokrat ini menegaskan bahwa operator telekomunikasi Indosat berada di belakang isu penyadapan yang saat ini mengemuka dengan tersadapnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan para Menteri. Karena itu, Roy mendesak Indosat harus bertanggung jawab.
Menurut Roy, Indosat memiliki infrastruktur telekomunikasi paling lengkap, mulai dari jaringan serat optik, satelit hingga BTS seluler dan FWA. Diungkap oleh Roy, sejak satelit Palapa bukan milik Indonesia, sejak itulah penyadapan dilakukan. "Itu sudah sering saya sampaikan dalam makalah-makalah dan sudah beberapa kali dimuat di media Australia, bahwa penjualan Indosat menjadi awal upaya penyadapan Australia terhadap Indonesia," ungkap Roy.
Sementara itu, bocoran terbaru dari Edward Snowden begitu mengejutkan dalam relasi hubungan antarnegara Asean. Singapura selama 15 tahun terakhir ini melakukan penyadapan bersama Australia bukan hanya terhadap Indonesia, tapi juga negara tetangga mereka Malaysia. Dan peran itu dilakukan oleh Singtel yang merupakan operator milik pemerintah Singapura.
Dalam laporan yang disampaikan The Age, keterlibatan Singtel dikarenakan Singtel dimiliki secara mayoritas oleh Temasek Holding, yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah Singapura dalam hal investasi. Temasek di Indonesia pernah memiliki Indosat melalui Singapore Technologies Telemedia (STT) sebelum sahamnya kemudian dijual ke Qatar Telecom, serta SingTel yang memiliki 35% saham di Telkomsel yang merupakan operator terbesar di Indonesia saat ini.
Dalam bocoran Snowden disebut bahwa Singtel memiliki hubungan yang dekat dengan agen intelijen. Hal itu terlihat dari Wakil Pemerintah Singapura di Singtel, yang merupakan Kepala Layanan Publik Singapura, Peter Ong. Ong sendiri sebelumnya bertugas mengoordinasikan keamanan nasional dan intelijen di kantor Perdana Menteri Singapura.

Pakar Intelijen Australia dari Australian National University, Professor Des Ball, menjelaskan bahwa kemampuan intelijen Singapura merupakan yang terdepan di Asia Tenggara. Singapura telah menjalin kerja sama dengan Australia sejak 15 tahun lalu. Bahkan, Indonesia dan Malaysia telah menjadi target kerja sama intelijen Australia dan Singapura sejak 1970-an. Dan sebagaimana diketahui, sebagai besar trafik telekomunikasi dan internet Indonesia diarahkan melalui Singapura.




http://www.merdeka.com/


Thursday, November 21, 2013

Indonesia Disadap, Operator Diminta Periksa Ulang Jaringan





Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, meminta operator telekomunikasi di Indonesia untuk memeriksa jaringan, karena ada kekhawatiran jaringan tersebut dipakai untuk menyadap pejabat Indonesia oleh pemerintah Australia.

Pada Kamis (21/11/2013), di kantor Kemenkominfo di Jakarta, Tifatul menggelar rapat dengan petinggi perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Ia meminta perusahaan telekomunikasi memeriksa dan mengevaluasi ulang seluruh sistem keamanan jaringan.

“Kami instruksikan mereka untuk memeriksa apakah ada penyusup gelap penyadapan oleh oknum swasta ilegal. Kami juga minta pengetatan soal perlindungan data pelanggan, registrasi, dan informasi pribadi,” kata Tifatul.

Tifatul mengatakan, operator telekomunikasi juga harus memeriksa ulang keamanan jalur komunikasi yang dipakai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Keamanan jalur komunikasi RI-1 dan RI-2 ini, harus memenuhi standar keamanan VVIP.

Perangkat lunak yang digunakan operator telekomunikasi juga harus diaudit. Dikhawatirkan, ada program berbahaya yang disisipkan oleh vendor penyedia infrastruktur serta layanan telekomunikasi.

Operator telekomunikasi harus menyerahkan hasil evaluasinya dalam sepekan kepada Kemenkominfo. “Kita minta klarifikasi dan hasil audit mereka. Jika ada pelanggaran, maka akan kita kenai sanksi sesuai UU Telekomunikasi dan UU ITE,” tegas Tifatul.

Direktur Jaringan Telkomsel, Abdus Somad mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memenuhi semua standar dan prosedur yang berlaku, baik itu mengikuti standar International Telecommunication Union (ITU) maupun Global System for Mobile Association (GSMA).

“Apakah ada penyusup di dalam? Secara prosedur tidak ada karena semua sudah sesuai aturan,” terang Abdus.

Aksi penyadapan bertentangan dengan Pasal 40 UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, yang melarang setiap orang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi. Penyadapan juga dilarang dalam Pasal 31 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman pidana terhadap kegiatan penyadapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 56 UU Telekomunikasi adalah kurungan penjara maksimal 15 tahun. Sementara di Pasal 47 UU ITE, hukuman maksimal atas kegiatan penyadapan adalah penjara 10 tahun atau denda paling banyak Rp 800 juta.

Menurut Tifatul, penyadapan dimungkinkan untuk tujuan hukum. Ada lima aparat penegak hukum yang berwenang melakukan penyadapan, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).



http://tekno.kompas.com/


BBM Android Dicabut 1 Desember, Apa Kata BlackBerry?




Beberapa hari terakhir beredar kabar bahwa layanan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) di platform Android akan dihentikan mulai 1 Desember mendatang.

Isu ini bermula dari broadcast message yang disebarkan melalui BBM, kemudian melebar ke Twitter dan menjadi perbincangan hangat.

"Bagi pengguna android puas"in bbmman karna tangal 1 desember 2013 applikasi bbm nya akan dihapuskan dan tidak bisa dipergunakan di android. karna black berry sudah memutuskan tidak akan menjual applikasinya di samsung dan sudah mengganti rugi sebesar 2,8T," klaim salah satu tweet yang beredar di Twitter.

Tweet dengan topik serupa bisa dengan mudah di temui di Twitter dengan memasukkan kata kunci pencarian "BBM 1 Desember".

Tapi benarkah layanan BBM di Android akan dihentikan? Menurut pihak BlackBerry, ternyata tidak demikian.

"Itu adalah hoax (kabar bohong) yang sengaja disebarkan. Tak ada pengumumannya sama sekali dari kami," ujar PR Manager BlackBerry Indonesia Yolanda Nainggolan, ketika dihubungi oleh Kompas Tekno, Kamis (21/11/2013) pagi ini.

Menurut Yolanda, pihaknya telah mengetahui adanya isu mengenai layanan BBM di Android yang akan dihentikan. Dia mengimbau pengguna BBM agar tidak memercayai kabar tersebut.

"Ada tweet yang menyertakan tautan ke situs internet agar meyakinkan, tapi isinya tidak berhubungan, belakangan banyak yang seperti itu," tambah Yolanda. 

Ketika ditelusuri oleh Kompas Tekno, tautan yang disertakan di beberapa tweet ternyata memang menuju ke artikel atau thread forum yang tak mengandung informasi relevan atau pernyataan resmi bahwa BBM untuk Android benar-benar akan dihentikan.

BBM untuk Android sendiri baru resmi dirilis pada 22 Oktober lalu, setelah sempat tertunda beberapa waktu karena permasalahan teknis. Aplikasi ini segera menjadi salah satu judul terpopuler di toko Google Play Store. BBM untuk iOS yang dilepas dalam waktu hampir bersamaan juga mengalami hal serupa di toko Apple App Store.




http://tekno.kompas.com/


Telkomsel: Soal Penyadapan, Kami Selalu Patuhi UU

Si Merah menampik spekulasi penyadapan difasilitasi operator lokal.



Penyadapan intelijen Australia terhadap ponsel pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri pada tahun 2009 silam telah memunculkan berbagai spekulasi teknis penyadapan.

Dalam laporan yang diturunkan laman The Guardian sebelumnya, penyadapan kemungkinan bisa saja dilakukan dengan difasilitasi penyelenggara telekomunikasi lokal.

Menanggapi hal ini, salah satu operator seluler yang namanya tercantum pada dokumen yang dibocorkan Edward Snowden itu, Telkomsel menegaskan selalu patuh dengan semua perundang-undangan yang berlaku. Tak terkecuali dalam hal penyadapan.

"Terkait penyadapan, Telkomsel merujuk Permen Kominfo no.11/2006 mengenai Lawful Interception atau Penyadapan Informasi secara sah, sebagai bagian dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan peradilan terhadap suatu tindak pidana," tegas Adita Irawati, VP Corporate Communications Telkomsel dalam pernyataan resmi pada VIVAnews, Kamis 21 November 2013.

Ditambahkan Adita, dalam rangka pelaksanaan amanat Peraturan Menteri itu, Telkomsel telah menandatangani nota kesepahaman dengan penegak hukum yang sah sesuai Permen itu dan dalam pelaksanannya selalu patuh (comply) pada ketentuan peraturan yang berlaku.

"Intinya, kami kembalikan ke peraturan khusus penyadapan yang sudah diatur UU," kata dia.




http://teknologi.news.viva.co.id/



Pernyataan resmi ini sekaligus meluruskan pernyataan Telkomsel pada berita sebelumnya yang menyatakan ada kemungkinan badan intelijen negeri Kanguru itu menggunakan BTS palsu guna menyadap komunikasi ponsel pejabat RI. 

Bagaimana Cara Australia Sadap Ponsel Petinggi RI?




Sepekan terakhir, Indonesia digemparkan berita penyadapan saluran telepon seluler sejumlah petinggi RI oleh intelijen Australia pada tahun 2009. Kabar itu menyebar sejak media massa internasional menulis rahasia yang dibocorkan Edward Snowden. 

Ini tentu bukan aksi intelijen sembarangan. Dari data tersebut, diketahui intelijen Australia berhasil menyadap telepon seluler Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal, Andi Malaranggeng, Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Polkam Widodo Adi Sucipto, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

Tak pelak, hubungan diplomatik Indonesia-Australia yang tadinya hangat kini menjadi panas. Tak hanya memanggil pulang Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, dari Canberra, Presiden SBY juga meminta penjelasan dan permohonan maaf dari pemerintah Australia.

Tapi, alih-alih meminta maaf, Perdana Menteri Australia Tony Abbott malah mendukung apa pun yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya, dan saat ini terus mengumpulkan informasi demi kepentingan nasional Australia. Bukannya reda, hubungan antara kedua negara malah tambah renggang.

Bagaimana modus intelijen Australia memata-matai aktivitas para petinggi RI masih menjadi teka-teki sampai detik ini. Faktanya, berdasarkan dokumen yang dibocorkan Snowden, aksi intelijen Negeri Kanguru itu dilakukan pada tahun 2009 dengan menyadap telepon seluler. Namun, tidak dijelaskan dengan teknologi apa, bagaimana caranya, atau bekerja sama dengan pihak mana. Semuanya masih misterius.

Skema penyadapan

Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, penyadapan bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan peranti lunak maupun peranti keras. Menurut Nonot Harsono, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), penyadapan ponsel bisa dilakukan hanya dengan me-remote.

Salah satu skema konvensional penyadapan ponsel adalah dengan menaruh BTS kamuflase di sekitar ponsel korban. "Misalnya, menggunakan BTS palsu dalam bentuk koper atau dalam bentuk yang tidak terduga. Biasanya digunakan aparat hukum untuk memburu target operandinya," kata Nonot pada VIVAnews, dua hari lalu.

Jika BTS kamuflase itu menyala, cara kerjanya sederhana. Dia menjelaskan, ponsel yang mengirimkan gelombang radio menuju BTS di sekitarnya. Dan, BTS palsu juga akan menangkap gelombang radio tersebut tanpa sepengetahuan pengguna, kemudian menerima informasi percakapan di ponsel.

Skema lain, melalui alat sadap yang dipasang oleh operator telekomunikasi. Tiap-tiap operator seluler, tutur Nonot, mempunyai alat penyadapan atau alat perekam yang dipasangkan di dalam jaringannya. "Ini demi penegakan hukum. Tapi, mereka hanya diperbolehkan membukanya apabila diminta oleh penegak hukum," terangnya.

Berbicara skema yang lebih canggih, penyadapan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan peranti lunak. Menurutnya, praktik penyadapan oleh intelijen asing tentu sangat rapi dan rahasia, banyak yang tidak menyadarinya. Pelaku aksi intelijen bisa menyusup dengan menyewa bandwidth ke operator tertentu dengan berpura-pura menjadi penyelenggara jasa Internet (Internet Service Provider/ISP) kemudian membuka jaringan virtual ke pusat intelijen.

Namun, Nonot enggan menduga-duga skenario mana yang ditempuh oleh intelijen Australia untuk menyadap saluran telepon seluler milik para petinggi RI. 

Alat sadap Densus 88?

Beda halnya dengan Nonot yang mengulik isu penyadapan dari perspektif teknologi informasi, Indonesia Police Watch (IPW) mencurigai alat penyadapan oleh Australia melalui alat-alat bantu sadap bantuan dari pemerintah Australia yang diberikan pada Datasemen Khusus (Densus) 88.

IPW mendesak Polri segera mengevaluasi berbagai peralatan, khususnya alat-alat sadap bantuan dari Negeri Kanguru itu. "Sebab, bukan mustahil lewat bantuan alat sadap buat Densus 88 antiteror ini, intelijen Australia menyadap komunikasi pejabat Indonesia," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Rabu 20 November 2013.

"Jika terbukti penyadapan lewat alat sadap bantuan itu, berarti sudah waktunya semua alat tersebut diblokir, dinonaktifkan dan tidak perlu difungsikan lagi," jelasnya.

Kalaupun tidak terbukti, pemerintah diimbaunya agar tetap waspada. Kenapa intelijen Australia dan negara asing lainnya terlalu mudah menyadap para pejabat Indonesia.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko mengatakan, pihaknya akan memperkuat sistem enkripsi negara guna mengantisipasi penyadapan negara asing, khususnya Australia dan Amerika Serikat.

Pria yang sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI AD itu mengaku akan mengembangkan enkripsi bersama Lembaga Sandi Negara supaya para petinggi negara tidak gampang disadap oleh pihak asing. "Untuk kontrainformasi, kami tengah mengembangkan enkripsi yang akan kita buat sendiri," terang Moeldoko pada wartawan di Markas Komando Badan Intelijen Strategis, Jakarta.

Kemarin pagi, Moeldoko telah memberikan arahan kepada para intelijen TNI AD, AL, AU beserta atase-atase pertahanan Indonesia guna mengantisipasi penyadapan dari pihak asing. "Kita beranalogi dengan negara-negara lain. Penyadapan tidak hanya kepada Indonesia, tetapi juga terjadi kepada negara-negara lain. Penyadapan itu syarat teknologi. Kita harus siap," ucapnya.

Kemungkinan BTS palsu

Spekulasi pun muncul. Operator telekomunikasi dituding memfasilitasi intelijen Australia untuk menyadap ponsel Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri di era 2009. Sebagaimana dilaporkan laman The Guardian dan Sydney Morning Herald, ada empat operator telekomunikasi yang disebutkan di dalam dokumen penyadapan, yaitu Telkomsel, XL, Indosat, dan Hutchison (3).

Namun, spekulasi ini langsung buru-buru dibantah. "Nggak benar. Urusan penyadapan kami patuh pada hukum. Kami ikuti arahan penegak hukum, karena mereka yang berhak," bantah Ivan Cahya Permana, VP Technology and System Telkomsel, saat dikonfirmasi VIVAnews, Selasa 19 November 2013.

Dia menjelaskan, secara teknis, Telkomsel dan operator telekomunikasi pada umumnya mempunyai standar keamanan jaringan sesuai persyaratan internasional.

Namun demikian, Ivan mengakui, masih ada masalah dengan kepemilikan alat penyadapan, yaitu perangkat ini bisa dimiliki oleh kalangan di luar penegak hukum.

"Problemnya, tak ada aturan yang mengatakan perangkat itu hanya boleh dimiliki penegak hukum saja. Jadi, kalau Anda punya uang cukup, Anda bisa beli perangkat itu. Harganya 50 miliar rupiah. Memang mahal, makanya terbatas. Kepolisian pun nggak punya banyak," jelas Ivan Permana.

Namun, untuk kasus penyadapan Presiden RI dan sejumlah menteri, Ivan enggan menuding intelijen Australia telah membeli perangkat tersebut. Karena, kemungkinannya masih cukup luas. Menurut Ivan, intelijen Australia dapat memanfaatkan BTS palsu untuk menyadap informasi dari ponsel.

"Alat sadap itu dapat menyaru jadi BTS milik operator, karena itu dipercaya oleh ponselnya, nah ponsel meresponsnya ke alat itu," jelas Ivan.

Senada dengan Telkomsel, Indra Utoyo, Direktur Inovasi dan Strategi Portofolio Telkom yakin tidak ada operator telekomunikasi di Indonesia yang terlibat dalam upaya penyadapan yang membuat hubungan Indonesia-Australia makin panas.

"Untuk penyadapan, kami sudah ikut aturan yang ditetapkan pemerintah. Mungkin mereka (Australia) mempunyai hal yang melampaui aturan kita. Ini di luar domain kami," ujar Indra, saat dijumpai VIVAnews di Jakarta, Rabu 20 November 2013.

"Ini menjadi pembelajaran untuk semua pihak ke depan untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan di era digital bahwa keamanan dan privasi itu sangat penting," ujar dia.

Penyadapan = ilegal

Menanggapi isu penyadapan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun turut bicara. Sejauh ini, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan penyadapan itu belum terbukti dilakukan lewat kerja sama dengan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia.

"Jika terbukti ada yang main mata di kemudian hari, maka penyeleggara telekomunikasi yang bersangkutan dapat dikenai pidana yang diatur dalam UU Tekomunikasi dan UU ITE,"  kata dia.

Gatot memaparkan, penyadapan bertentangan dengan UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi dan UU No 11/2008 tentang ITE. "Pada pasal 40 dalam UU Telekomunikasi, setiap orang secara tegas dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun," paparnya.

Menurutnya, Kominfo tidak pernah memberikan sertifikasi perangkat sadap terkecuali yang digunakan oleh lembaga penegak hukum yang disebutkan pada Pasal 40 UU Telekomunikasi dan Pasal 31 UU ITE.

"Kami tidak pernah mengeluarkan sertifikat untuk perangkat anti sadap. Karena itu ilegal," ujar Gatot.   





http://teknologi.news.viva.co.id/


Bertemu AS, Australia Akan Tanyakan Dokumen Snowden



Pertemuan tahunan antara Australia dengan negara sekutu terdekatnya, Amerika Serikat (AS) dengan tajuk AUSMIN mulai digelar pada Rabu 20 November 2013. Pertemuan yang digelar di Washington DC tersebut diselimuti krisis diplomatik yang tengah dihadapi antara Australia dengan Indonesia lantaran bocoran dari dokumen Badan Intelijen AS (NSA). 

Harian Sydney Morning Herald (SMH), Rabu 20 November 2013, melansir pejabat tinggi Australia diduga akan menanyakan kepada AS, jika ada dokumen lainnya yang bocor dari NSA. Menurut anggota Senat dari Partai Republik, Randu Forbes, sangat wajar apabila Pejabat Australia meminta jaminan dan penjelasan terkait kebocoran dokumen yang disebabkan mantan kontraktor NSA, Edward J. Snowden. 

Pasalnya, akibat bocoran tersebut, hubungan antara Australia dan Indonesia kini kian tegang. Namun, Forbes menyatakan AS tidak mungkin sanggup menjamin tak ada lagi dokumen yang dibocorkan oleh Snowden. 

Dalam pertemuan itu, diharapkan Pejabat Tinggi dari kedua negara juga membicarakan jadwal untuk meningkatkan rotasi kontingen tentara marinir AS melalui Darwin. Selain Australia turut mengharapkan adanya kemungkinan dukungan AS dalam perluasan kemampuan tentara militer amfibi dan kerjasama yang lebih baiik dalam pemantauan tanpa awak di bagian barat daya Australia. 

Menurut anggota Kongres asal Hawaii, Colleen Hanabusa, adanya jadwal tersebut sangat penting sebelum peninjauan empat tahun anggaran pertahanan AS pada tahun depan. 

"Sidang dengar anggaran akan kami fokuskan kepada komponen militer. Bagaimana anggaran itu akan ditinjau ulang? Di mana, berapa banyak, apa saja yang akan dibangun, apa yang akan kami lakukan dan apa tujuan dari itu semua?" ujar Hanabusa. 

Selain membahas mengenai militer, Pejabat berwenang kedua negara juga akan membahas Kemitraan Trans Pasifik (TPP). Kerjasama yang menjadi pilar ekonomi penting bagi tujuan jangka panjang Presiden Barack Obama, diharapkan proses negosiasi akan selesai pada tahun 2013. Kongres mengancam akan menahan kewenangan mempercepat proses diskusi tersebut. 

Dalam sebuah dokumen yang bocor mengenai TPP, Australia disebut mendukung posisi kontroversial AS dalam memperluas perlindungan hak intelektual properti terhadap perusahaan obat dan film Hollywood. Namun, Australia masih menentang proposal yang mengizinkan perusahaan dapat menuntut pemerintah terkait hak intelektual tersebut. 

Apabila dalam pekan ini tidak juga ditemukan solusi, maka pembicaraan kali ini mengenai TPP dianggap merupakan kemunduran.

AUSMIN merupakan sebuah forum penting yang digunakan Australia dan AS untuk memperkuat hubungan bilateral dalam kebijakan luar negeri, pertahanan dan strategis. Pertemuan tahunan itu menekankan hubungan panjang yang berlangsung selama enam dekade di antara kedua negara. 

Pertemuan tersebut diadakan secara bergantian di Australia dan AS dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara. Dalam hal ini, Australia diwakili oleh Menlu Julie Bishops dan Menteri Pertahanan, David Johnston. 

Sementara AS diwakili oleh Menlu John Kerry dan Menhan Chuck Hagel. AUSMIN menjadi forum yang penting bagi kedua negara karena pertemuan itu merupakan saluran yang dibentuk untuk mendiskusikan isu strategis antara AS dengan Negeri Kanguru.





http://dunia.news.viva.co.id/

   

Facebook tidak akan mati




Siapa yang sempat mengalami masa jaya Friendster melihat kematiannya. Sekejap. Media sosial pertama yang mendunia. Sempat mempunyai lebih dari 100 juta pengguna tapi tidak mampu mencari untung dan akhirnya kolaps. 

Friendster sangat populer di masanya sampai-sampai banyak yang menggunakan akhiran "ster" di namanya. Situs komunitas Indowebster adalah salah satu contoh di Indonesia. Banyak orang belajar sosial media pertama kali dari Friendster, bagaimana mencari teman, upload foto, sharing cerita, dan kirim pesan. 

Kala sedang populer Friendster disaingi oleh MySpace yang langsung melejit karena fokus di musik. Saat itu musik lagi mengalami euphoria iTunes dan iPod, MySpace menungganginya dengan mengambil posisi sebagai social media for music fans. Tidak berapa lama dibeli oleh konglomerat media, Rupert Murdoch, dengan harga yang menakjubkan. Makin melejitlah MySpace. Friendster mulai ditinggalkan di Amrik, users-nya hijrah ke MySpace. MySpace jadi trend baru yang sangat cool! Dan Rupert pun mendapat gelar sebagai raja media yang genius. 

Diam-diam Mark di Harvard membuat konsep lucu-lucuan. Kemudian kebablasan jadi Facebook. Tidak ada yang istimewa, fiturnya sama dengan media sosial lain. Tetapi Facebook dilahirkan di Harvard, di lingkungan elit yang tertutup. Tidak bisa diakses kecuali oleh mahasiswa di sana. Siapa yang tidak bangga masuk ke Harvard, apalagi bisa narsis selagi jadi kelompok paling elit di dunia. Semua orang ingin Facebook! Bukan FB-nya tok tentunya, mau gengsinya Harvard. 

Ini yang membuat FB begitu diingini, karena berkelas, ekslusif dan mengangkat martabat. Tidak perlu waktu lama, FB mulai dibuka untuk kampus elit lain, Princeton, Yale dan Stanford. Semua orang makin mau jadi anggota FB. Menurut pandangan saya, inilah kunci sukses awal FB, diingini karena orang ingin jadi berkelas. Hingga hari ini semua orang ingin punya Akun FB, salah satunya karena ingin naik kelas. Walau tidak pernah terucap. 

Facebook membunuh MySpace dan Friendster. Friendster yang sangat populer di Indonesia langsung ditinggalkan. Usernya migrasi ke FB. Meski awalnya mereka masih cek akun FS mereka, tetapi lama-lama mereka tinggal. Karena makin banyak teman ada di FB. Apa sebab semua orang pindah? Karena FB adalah mainan baru, trendy & cool, dan berkelas. Saya menyebut ini hasil dari the Harvard Effect. Coba Mark tidak mulai dari Harvard, ceritanya akan beda. FB akan susah untuk menembus MySpace dan Friendster. 

Mark is a genius! Tentunya dia sadar bahwa tidak selamanya trendy & cool bisa membawa Facebook makin populer dan terus digunakan users-nya. Dia belajar dari matinya MySpace. Dia tahu kalau FB akan mati kalau ada pesaing baru yang lebih cool.

Lalu dia mentransform FB menjadi sebuah platform, yaitu sebuah sistem berbasis sosial yang bisa digunakan oleh siapapun untuk mengumumkan apapun. Ada yang naik kelas? Umumkan di FB. Ada yang putus pacar? Umumkan di FB. Ada yang jualan tongsis? Umumkan di FB. FB digunakan sebagai pengumuman personal dan bisnis. Apa FS dan MySpace tidak bisa dibuat media untuk pengumuman? Bisa! Tapi orang tidak tahu apakah pengumuman mereka direspon orang atau tidak. Kecuali ada yang komen! Tapi yang komen bisa positif bisa negatif, kalau komentarnya negatif, tentu bisa sewot. Inilah hebatnya FB, supaya orang tidak sewot, Mark membuat tombol LIKE!

Klik LIKE kalau suka, diam saja kalau tidak suka (Anda bisa klik LIKE di atas kalau suka tulisan ini, thanks for making me happy :). Tombol ini menjadi tombol yang menentukan hidup FB. Semua orang dan bahkan hari ini semua perusahaan ingin di-LIKE orang sebanyak-banyaknya. Banyak orang mengoleksi LIKE, perusahaan besar bahkan rela bayar miliaran setiap bulan untuk mendapatkan LIKE. 

LIKE menjadi sebuah aset baru di dunia digital. Like menjadi barometer apakah sebuah pengumuman sukses atau tidak. Oleh karena itu saya yakin, tidak akan pernah ada tombol DISLIKE, hanya ada suka, karena Mark tahu orang sewot tidak akan membesarkan bisnisnya. 

Tidak berapa lama kemudian Rupert Murdoch gigit jari. MySpace, yang membuatnya disebut-sebut sebagai orang genius yang bisa melihat berlian mentah, akhirnya dijual rugi ke Justin Timberlake. Salah satu kegagalannya adalah karena MySpace membebaskan users-nya untuk bebas mengatur halamannya sendiri. 

Mau dibuat model apapun, terserah pemiliknya. Mark tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Kita lihat sekarang ini kita tidak bisa sebebas-bebasnya mengatur page kita. Ada aturannya dan ada sistemnya. Halaman cenderung seragam meski bisa dikosmetiki sini sana. Karena apa? Karena halaman yang tidak seragam menyulitkan pengiklan. 

Pengiklan harus tahu kalau kolom kanan adalah untuk mereka. Posisi kolom kanan tidak bisa ganti-ganti semau kita, warnanya selalu sama, bentuknya tidak bisa ganti, supaya pengiklan bisa mengoptimize iklannya untuk menghasilkan dampak yang diharapkan. Mark tahu bahwa media yang bisa menyenangkan pengiklannya akan langgeng, karena uangnya terus mengalir. Tapi dia juga tahu bagaimana menyenangkan usernya, buktinya kita sampai hari ini masih fesbukan. 

Yang ketiga: platform ini menghidupi orang lain. Zynga hidup karena Facebook membuka diri sebagai platform, semua orang yang ingin membuat sebuah aplikasi bisa menggunakan Facebook sebagai platform. 

Contoh kecil: ada yang ingin buka usaha dagang, dan ingin bisa menghubungi pelanggannya, gunakan FB sebagai platform komunikasi. Atau ada yang ingin mendata semua pelanggannya di internet, dari pada pelanggan harus isi nama dan tanggal lahir, gunakan platform "Login To Facebook". 

Pelanggan cukup login dan semua datanya bisa diambil tanpa harus mengetik ulang. Banyak sekali fitur yang disediakan oleh FB yang bisa dipakai oleh pengusaha, sehingga FB menjadi semakin berguna dan semakin dibutuhkan. Hari ini merdeka.com sangat membutuhkan FB untuk bertumbuh. Setiap LIKE dan SHARE yang Anda berikan, membuat merdeka.com dikenal lebih banyak pembaca. 

Kotak komentar di bawah setiap berita juga merupakan fitur FB. Komentar ini mempermudah merdeka.com. Pembaca yang mau komentar tidak perlu login lagi karena lebih praktis menggunakan FB. Platform inilah yang tidak dimiliki oleh MySpace/FS, jadi banyak yang bosan dan pergi. Tidak ada ketergantungan. 

Facebook tidak akan mati, karena Mark membuat kita semakin tergantung. Mark adalah orang yang bisa memaksa 1 miliar orang tanpa memaksa. Semua pengguna FB datang tanpa diminta. Rela mempromosikan FB di mana-mana tanpa dibayar. 

Facebook adalah heroin yang bukan narkoba. Baik pengguna maupun pengiklan tidak bisa lepas dari Facebook. Pelanggan ada di FB, teman kita ada di FB, game kita ada di FB, proyek kita dikenal orang melalui FB, sejarah kita ada di FB, foto kita ada di FB. Hidup kita ada di FB. Semua aktivitas kita memberi kans FB untuk mendapat keuntungan. 

Sebagai informasi, dalam 3 bulan terakhir FB mendapatkan keuntungan bersih hampir Rp 5 Triliun atau setara kurang lebih dengan gaji 2,5 juta buruh. Dari akses kita setiap hari dan dari banyaknya data yang FB punya, FB bisa menemukan pola/pattern, yang bisa mengetahui kita siapa, siapa teman kita, apa yang kita suka dan akhirnya Facebook bisa menampilkan iklan yang sesuai untuk kita. 

FB belajar banyak dari semiliar penggunanya, semakin kita memakai FB semakin pola/pattern kita dikenal. Karena kenal kita, maka FB bisa membuat fitur yang kita perlukan. Karena perlu, kita makin. Tergantung. Akhir kata, Facebook tidak mati-mati, setuju?




http://www.merdeka.com/