The Knowledge For Our Common

Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts

Saturday, March 15, 2014

SURAT RIAU UNTUK INDONESIA/سورت رياو اونتوق إندونيسيا

HALO SBY!

SURAT RIAU UNTUK INDONESIA
dari: Ella Adisti

dear Yth. presiden RI bapak Susilo Bambang Yudhoyono yg sebentar lagi akan habis masa jabatannya. titik api di sekitar kami bukanlah simbol kmarahan Allah, tp simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian negara. Bapak mau kesini skarang ? bandara di tutup pak, lagipun tak ada anak skolah yg menyambut bapak, skolah di liburkan. Mau menempuh jalan darat? bahaya pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan bapak dan ibu ani. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah. Bagi sodara/i kami di daerah lain, kami sangat berterima kasih atas doa yang selalu kalian panjatkan. Berita dari TV one katanya pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yg bersih yang bisa di hirup. Innalillah ~..Pray for Riau.. pemerintah pusat sudah tidak peduli pada kami.Hari ini puncaknya 6jt rakyat Riau terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih peduli pada pesawat jatuh dari pada nasib 6jt rakyat Riau. Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara. tolong sebarkan karena media TV dan Koran tidak banyak memberitakan, terlalu sibuk dengan pesawat malaysia yang jatuh. Hanya doa yg bisa kami harapkan, sebelum rakyat Riau mati pelan-pelan & lari disini!! Sebarkan ini, semampu yg anda bisa..Karena Kita INDONESIA!!
 
SURAT RIAU UNTUK INDONESIA

 dari: Ella Adisti



dear Yth. presiden RI bapak Susilo Bambang Yudhoyono yg sebentar lagi akan habis masa jabatannya. titik api di sekitar kami bukanlah simbol kmarahan Allah, tp simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian negara. Bapak mau kesini skarang ? bandara di tutup pak, lagipun tak ada anak skolah yg menyambut bapak, skolah di liburkan. Mau menempuh jalan darat? bahaya pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan bapak dan ibu ani. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah. Bagi sodara/i kami di daerah lain, kami sangat berterima kasih atas doa yang selalu kalian panjatkan. Berita dari TV one katanya pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yg bersih yang bisa di hirup. Innalillah ~..Pray for Riau.. pemerintah pusat sudah tidak peduli pada kami.Hari ini puncaknya 6jt rakyat Riau terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih peduli pada pesawat jatuh dari pada nasib 6jt rakyat Riau. Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara. tolong sebarkan karena media TV dan Koran tidak banyak memberitakan, terlalu sibuk dengan pesawat malaysia yang jatuh. Hanya doa yg bisa kami harapkan, sebelum rakyat Riau mati pelan-pelan & lari disini!! Sebarkan ini, semampu yg anda bisa..Karena Kita INDONESIA!!
 
 
 
 

Wednesday, January 15, 2014

"Bersahabat," Tarif Telepon Axis ke XL Lebih Murah

Kini, semua pelanggan Axis boleh menggunakan jaringan milik XL.



Wacana Axis "kawin" dengan XL semakin menemukan titik cerah. Hari ini, kedua operator meluncurkan promo baru bertajuk "Bersahabat." Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi kepada pelanggan Axis.

Menurut Julandi GF Simanjuntak, GM Customer Service Axis, fokus utama dari kerja sama dengan XL adalah untuk membuat jaringan telekomunikasi Axis semakin besar, luas, dan membaik.

"Saat ini, pelanggan Axis akan memiliki tarif telpon dan SMS yang sama ke nomor XL, sama ketika menelpon dan SMS ke nomor Axis. Tarif baru itu mulai berlaku per hari ini di wilayah Jawa, Bali, dan Lombok," kata Julandi, di Jakarta, Jumat 20 Desember 2013.

Dia menambahkan, dengan adanya kerja sama ini, jaringan telekomunikasi Axis juga akan semakin luas. "Sekarang Axis sudah memiliki 9.500 BTS dan XL 42.000 BTS. Kerja sama ini memungkinkan Axis menggunakan jaringan yang dipunyai XL," ujar Julandi.

Sementara, untuk sisi layanan, Axis mempunyai Axis Shop dan XL memiliki 112 XL Center. Dengan "Bersahabat," XL membuka 28 gerai XL Center untuk melayani pelanggan Axis.

"Saat ini, Axis dan XL masih berupa entitas perusahaan yang berbeda. Sedangkan kerja sama ini merupakan strategi bisnis dari masing-masing perusahaan," kata Mariana Wilianti, Senior Manajer Segment Planning XL.

Mariana menjelaskan, kolaborasi antara Axis dan XL ini mengikuti aturan dari pemerintah yang mengharuskan menjaga kualitas layanan para pelanggan.

"Dengan kerja sama ini, kami berharap kualitas layanan Axis menjadi semakin baik," ujar Mariana.

Untuk diketahui, sebelum ada program "Bersahabat," tarif telpon pelanggan Axis ke XL adalah Rp300 per 20 detik. Tapi, kini tarifnya turun menjadi Rp250 per 20 detik.

Sedangkan untuk tarif SMS dari nomor Axis ke XL masih tetap Rp100 per SMS. Tapi, setelah melakukan SMS sebanyak tujuh kali, pelanggan Axis gratis mengirimkan SMS ke nomor XL sepuasnya, dan 100 SMS ke nomor lain per hari.

"Promo ini adalah berlaku jangka panjang dan akan dianalisis serta dievaluasi setiap bulan dan per tiga bulan. Untuk kelanjutan dari promo ini, perusahaan akan menginformasikannya kembali," kata Julandi.




 http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/467880--bersahabat---tarif-telepon-axis-ke-xl-lebih-murah




Ini Sebab Kualitas Layanan Axis Buruk

Sepanjang 5 Oktober-6 November, tercatat 600 komplain per hari.

 

 Akibat migrasi kanal 3G yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 lalu, layanan telekomunikasi Axis agak babak belur. Akibatnya, banyak pengguna Axis yang mengeluhkan kualitas jaringan Axis.

Julandi GF Simanjuntak, GM Customer Service Axis, mengakui, penurunan kualitas layanan telekomunikasi Axis pada saat proses migrasi itu disebabkan adanya interferensi atau gangguan sinyal pada Base Transceiver Station (BTS) Axis di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Lombok.

"Pada awal migrasi kanal 3G di tanggal 1 Oktober 2013, jumlah complain dari pelanggan Axis sangat tinggi. Mereka mengeluhkan jaringan telekomunikasi Axis yang sangat buruk," kata Julandi, di Jakarta, 20 Desember 2013.

Namun, tambah Julandi, Axis langsung menyelesaikan interferensi itu dengan memasang filter --perangkat untuk meminimalisir interferensi-- di BTS-BTS milik Axis. Pada tahap pertama, Axis memasang 1.130 filter di 54 site BTS.

"Complain paling tinggi terjadi sekitar tanggal 5 Oktober sampai 6 November 2013. Bisa ada 600 complain per hari. Namun, setelah kami melakukan pemasangan filter di 54 site, jumlah complain dari pelanggan mulai turun pada awal bulan November 2013," jelas Julandi.

Sementara, total filter yang harus dipasang Axis untuk menghindari interferensi berjumlah 3.000 filter. Dan kekurangan sebanyak 1.879 filter itu akan kembali dilakukan pada tahun 2014.

"Pemasangan filter itu kami harapkan rampung pada awal tahun 2014 nanti. Sehingga, di tahun depan jaringan telekomunikasi Axis sudah mampu memberikan yang terbaik kepada pelanggan," ujar Julandi. 




http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/467928-ini-sebab-kualitas-layanan-axis-buruk

Siapa Untung di Balik Merger XL-Axis

Merger itu membuat perbedaan proporsi kepemilikan spektrum frekuensi.



Proses merger dua operator seluler PT XL Axiata dan PT Axis Telekom Indonesia terus berjalan, setelah mengantongi restu dari Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Kedua operator bahkan meluncurkan promo baru bertajuk "Bersahabat" pada Desember 2013 lalu.

Namun, meski sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah, langkah penyatuan usaha di bisnis telekomunikasi tersebut masih belum 100 persen mulus.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum merestui merger itu dengan alasan perbedaan kepemilikan spektrum frekuensi. 

Anggota Komisioner KPPU Muhammad Syarkawi Rauf berpendapat ada satu hal yang menarik dari proses merger itu yaitu spektrum frekuensi. Sebab usai merger, ada perbedaan proporsi kepemilikan spektrum frekuensi.

XL Axiata-Axis memiliki spektrum sebesar 55 MHz. Jumlah spektrum itu melebihi spektrum PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang memiliki spektrum 50 MHz.

Dari sisi kewajiban layanan pun, XL-Axis lebih ringan, sebab pelanggan keduanya jika dijumlah sekitar 60 juta pengguna, melebihi jumlah pelanggan PT Indosat Tbk. Sedangkan Telkomsel dengan spektrum 50 MHz harus melayani 100 juta pelanggan lebih.

"Hal ini memungkinkan pelanggan operator lain berpindah ke perusahaan merger XL Axiata-Axis demi mendapatkan layanan seluler yang lebih baik. Sebab, apabila pita makin lebar dan jumlah pengguna sedikit, layanan seluler relatif menjadi lebih baik dan stabil," ujar Syarkawi.

Untuk itu, dia melanjutkan, KPPU akan fokus pada kondisi pasar dan kepemilikan frekuensi perusahaan usai merger dan pengaruhnya terhadap industri seluler Indonesia.

"Kami akan mengawal kepemilikan frekuensi tersebut, apakah akan berdampak pada pangsa pasar perusahaan hasil merger atau tidak. Untuk merger frekuensi, kami serahkan aturannya ke pemerintah," kata dia.

Dia mengatakan, KPPU akan meninjau kembali merger XL Axiata-Axis.Jika ditemukan bukti adanya monopoli akibat kepemilikan spektrum frekuensi tersebut, ada kemungkinan proses merger akan ditunda.

Vice President Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk, kepada VIVAnews juga mengaku bahwa proses merger sedang berjalan dan belum tuntas sepenuhnya. Dia menyerahkan proses penilaian sepenuhnya kepada berbagai lembaga terkait.

Sebab, selain mendapat "restu" Kominfo, proses pengabungan usaha itu juga harus mendapat tanda tangan dari KPPU, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Otoritas Jasa Keuangan. "Kami sudah serahkan semua bersama dokumen terkait pada 27 September silam. Memang saat ini tengah difinalisasi," ujarnya.

Turina mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan penilaian awal KPPU itu. Dia berharap penilaian segera selesai dan merger bisa sah per awal tahun ini. "Semoga akhir Januari nanti sudah bisa closing," katanya.

Gatot Dewabroto, Kepala Informasi dan Humas Kominfo, mengatakan bahwa seminggu yang lalu Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dipanggil KPPU untuk dimintai keterangan mengenai proses merger XL-Axis.

"Pak Menteri menjelaskan bahwa proses merger itu sudah sesuai dengan perundang-undangan, tidak ada monopoli, dan sangat transparan," ujarnya, saat dihubungi VIVAnews, Selasa 14 Januari 2014.

Memang, kata dia, proses merger ini belum sepenuhnya selesai. Namun, jika sudah selesai pemerintah dalam hal ini Kominfo akan menarik kembali  spektrum milik Axis masing-masing 5 Mhz pada pita frekuensi 2100 Mhz, yakni pada blok 8 dan 11.

Siapa untung?
Sementara itu, bila menghitung untung dan rugi dari proses merger antara XL-Axis, Kominfo berpendapat akan lebih banyak keuntungannya bagi negara. Menurut Gatot, ada tiga keuntungan yang didapat. Bahkan, tidak ditemukan adanya kerugian.

Pertama, negara mendapatkan keuntungan dari penerimaan negara bukan pajak (PNPB) sebesar Rp1 triliun yang masuk ke kas negara.

Kedua, setelah proses merger selesai, negara juga akan kembali mendapat pemasukan dari proses lelang frekuensi yang dimiliki oleh Axis.

Ketiga, seperti yang sudah dibicarakan, idealnya jumlah operator tidak terlalu banyak. Dengan adanya proses merger ini, maka jumlah operator akan semakin sedikit.

"Pemerintah, dalam hal ini Kominfo tidak menemukan adanya kerugian dari proses merger XL-Axis. Jadi, bisa dibilang merger tersebut sangat menguntung negara dan sama sekali tidak merugikan negara," kata Gatot.

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, yang telah merestui merger dua operator telekomunikasi pada 28 November lalu, juga mengatakan langkah penarikan frekuensi pada proses merger itu untuk menyelamatkan negara dari kerugian.

"Jika merger ditunda Axis akan bangkrut, dan potensi PNPB bisa hilang satu triliun rupiah yang harus dibayarkan sebelum 15 Desember 2013," kata Tifatul, saat dijumpai di Jakarta, 12 Desember lalu.

Ia menjelaskan, dengan menarik 5 Mhz saja, negara dapat berpotensi mendapatkan pemasukan setidaknya Rp4 trililun, sebab nantinya total 10 Mhz itu rencananya akan dilelang kembali. "Menarik 5 Mhz saja negara bisa dapat triliunan, apalagi 10 Mhz. Bisa dapat dua kali lipatnya," kata dia.

Menurutnya, lelang spektrum 3G 10 Mhz juga dapat meningkatkan PNPB 2013 dan 2014. "Jadi, tak benar ada kerugian negara," tegas Tifatul meluruskan.

Dalam hal spektrum yang alokasinya terbatas, pemerintah tak ingin merugi. Untuk itu, setelah melalui pertimbangan dari berbagai aspek, merger akhirnya disetujui. Jika tak disetujui, negara justru akan mengalami kerugian dengan kondisi Axis itu.

Yakin berjalan mulus
Sementara itu, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Sigit Puspito Wigati J, pun mengaku optimistis dengan keputusan yang diambil Menkominfo. "Kami percaya, sebab kajian kami cukup komprehensif. Secara regulasi bisa dikaji. Proses ini memang perlu hati-hati," kata dia.

Menurut kajian BRTI, Sigit mengatakan, merger XL-Axis tak berpotensi merusak atmosfer persaingan di industri. Sebab berdasarkan kontribusi pendapatan, Axis tergolong kecil, hanya dua persen.

"Kami juga menyimulasikan kondisi setelah merger dan dampaknya kepada sektor telekomunikasi ya sehat, hampir semua skenario membuat industri makin sehat," dia menambahkan.

Berdasarkan besaran pangsa pasar pelanggan operator, saat ini industri telekomunikasi Tanah Air masih didominasi tiga besar. Secara rinci, pangsa pasar Telkomsel (46 persen), Indosat (22 persen), XL (17 persen), Tri (10 persen), dan Axis (5 persen).

Sedangkan berdasarkan pendapatan, Telkomsel memiliki kontribusi sebesar 55 persen, Indosat (19 persen), XL (21 persen), Tri (3 persen) dan Axis (2 persen).

Selain itu, kata Sigit, kondisi industri operator telekomunikasi saat ini memasuki masa sulit atau jenuh. Maka insiatif merger perlu diapresiasi. "Dalam kondisi yang megap-megap, kalau ada yang mau akuisisi justru itu membantu, jadi tidak ada masalah," kata dia. 

Sementara itu, pengamat telekomunikasi dari Universitas Indonesia, Gunawan Wibisono berpendapat, keputusan Menkominfo beserta tim Ad Hoc yang dibentuknya dinilai kurang transparan.

"Keputusan merger itu bisa saja merupakan buah kompromi, dan yang memberikan masukan pun BRTI  yang notabene merupakan bawahan menteri," ujarnya di Jakarta, Senin 13 Januari 2014.
 
Dia menilai, proses merger ini sejak awal telah melanggar Pasal 25 ayat 1 PP No. 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum.
 
"Mereka hanya berlindung pada pasal dua, di mana penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit dilakukan oleh Menteri. Padahal, sebenarnya yang boleh diizinkan menteri hanya izin stasiun radionya, bukan frekuensinya," ujar Wibisono.
 
Gunawan menambahkan, pengalokasian frekuensi bekas Axis ke XL di pita 1.800 MHZ pun sebenarnya tidak ada dasarnya, karena hal itu menjadikan frekuensi XL sama dengan Telkomsel. Padahal, jumlah pelanggan Telkomsel jauh lebih besar.
 
Menanggapi hal itu, anggota BRTI, Nonot Harsono, mengatakan, rekomendasi tim yang tertulis memang tidak ada yang sesuai dengan keputusan Menkominfo, tetapi rekomendasi yang lisan jauh lebih banyak.
 
Menurut dia, menteri memilih salah satu saja. Pemerintah tidak menempuh kata pengembalian, tapi rebalancing atau pengaturan ulang. "Hasil akhir dari penataan frekuensi adalah keseimbangan daya saing dari 3 besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL," ungkap Nonot.
  
Di sisi lain, Nonot tidak menjawab kenapa harus dialokasikan di 1800 MHZ. Dia hanya mengatakan, fokus rebalancing adalah di pita 1800 MHZ dan 2,1 GHZ, jadi bisa dipilih salah satu atau keduanya.

Diketahui, dalam surat Menteri Kominfo No.1147/M.KOMINFO/UM.01.01/11/2013 tertanggal 28 November 2013, Tifatul menyebutkan permohonan merger XL-Axis sudah sejalan dengan visi pemerintah dalam konsolidasi industri telekomunikasi. 

Persetujuan itu juga memastikan bahwa pada merger itu tidak terdapat praktik monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat, setelah dilakukan kajian dari berbagai aspek. Di antaranya hasil kajian aspek yuridis dan persaingan usaha, di mana delta Herfindahl-Hirschman Index (HHI) kurang dari 150.
 
 
 
 
 
 http://fokus.news.viva.co.id/news/read/473185-siapa-untung-di-balik-merger-xl-axis
 

Sunday, January 12, 2014

Kota Solok

Logo Pemerintah Kota Solok



Kota Solok Merupakan salah satu kota yang berada di Sumatera Barat,Indonesia. Lokasi kota Solok sangat strategis, karena terletak pada persimpangan jalan antar provinsi dan antar kabupaten/kota. Dari arah Selatan jalur lintas dari Provinsi Lampung, Provinsi Sumatera Selatan dan ProvinsiJambi, kota ini merupakan titik persimpangan untuk menuju Kota Padangsebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat yang jaraknya hanya sekitar 64 Km saja. Bila ke arah utara akan menuju Kota Bukittinggi yang berjarak sekitar 71 Km untuk menuju kawasan Sumatera Bagian Utara. Dulunya Kota ini merupakan Ibu kota Kabupaten Solok.

Geografis Kota Solok

Kota Solok terletak pada posisi 0º32" LU - 1º45" LS, 100º27" BT - 101º41" BT dengan luas 57,64 km² (0,14% dari luas Provinsi Sumatera Barat). Wilayah administrasi Kota Solok berbatasan dengan Kabupaten Solok dan Kota Padang. Kota Solok memiliki peran sentral di dalam menunjang perekonomian masyarakat Kota Solok dan Kabupaten Solok pada umumnya. Topografi Kota Solok bervariasi antara dataran dan berbukit dengan ketinggian 390 dpl serta curah hujan rata-rata 184,31 mm kubik per tahun. Terdapat tiga anak sungai yang melintasi Kota Solok, yaitu Sungai Batang Lembang, Sungai Batang Gawan dan Sungai Batang Air Binguang. Suhu udara berkisar dari 26,1 °C sampai 28,9 °C. Dilihat dari jenis tanah, 21,76% tanah di Kota Solok merupakan tanah sawah dan sisanya 78,24% berupa tanah kering.


Batas wilayah

UtaraKecamatan Nagari Tanjuang Bingkuang, Aripan dan Kuncir Kabupaten Solok
SelatanKecamatan Nagari Gaung, Panyakalan, Koto Baru, Selayo Kabupaten Solok, Nagari Muaro Paneh dan Kota Padang
BaratKecamatan Nagari Selayo, Koto Sani Kabupaten Solok
TimurKecamatan Nagari Saok Laweh, Guguk Sarai dan Kecamatan Gaung Kabupaten Solok

Sejarah

Kota Solok dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Kecil dilingkungan Daerah Sumatera Tengah junto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1970 tentang Pelaksanaan Pemerintah Kotamadya Solok dan Kotamadya Payakumbuh. Kota Solok diresmikan tanggal 16 Desember 1970 oleh Menteri Dalam Negeri yang pada saat itu dijabat oleh Amir Mahmud. Dengan terbentuknya Kotamadya Dati. II Solok maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pemda 7/9–10-313 tanggal 23 November 1970 mengangkat Drs. Hasan Basri sebagai Pejabat Kepala Daerah yang pertama.

Pelayanan publik Pemerintah Kota Solok mulai secara resmi dibuka pada tanggal 21 Desember 1970 di Kantor Balaikota Solok dan mulai saat itu Pemerintah Kotamadya Solok secara bertahap melaksanakan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, bagi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan.
Wilayah Kota Solok berasal dari salah satu wilayah adat yaitu Nagari Solok berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1966, ditambah Jorong Laing dari bagian Nagari Guguk Sarai di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Solok. Dalam usaha penyempurnaan dan kelancaran pelayanan publik di Pemerintahan Daerah Tk. II Kotamadya Solok, maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Nomor 21/Desth/Wako/71 tanggal 10 Maret 1971 tentang Pembentukan 13 Resort Administrasi yaitu :
  1. Resort Tanah Garam
  2. Resort Enam Suku
  3. Resort Sinapa Piliang
  4. Resort IX Korong
  5. Resort Kampai Tabu Karambie (KTK)
  6. Resort Aro IV Korong
  7. Resort Simpang Rumbio
  8. Resort Koto Panjang
  9. Resort Pasar Pandan Airmati
  10. Resort Laing
  11. Resort Tanjung Paku
  12. Resort Nan Balimo
  13. Resort Kampung Jawa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1982 tentang Pembentukan Kecamatan Padang Panjang Timur, Kecamatan Padang Panjang Barat di Kotamadya Daerah Tingkat II Padang Panjang, Kecamatan Sawahlunto Utara, Kecamatan Sawahlunto Selatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Sawahlunto, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan di Kotamadya Daerah Tingkat II Solok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh Timur di Kotamadya Daerah Tingkat II Payakumbuh Dalam Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat, maka seluruh Resort Administrasi tersebut menjadi Kelurahan.





@http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Solok

Sunday, December 22, 2013

Liberalisme Di Indonesia, Peringatan Untuk Malaysia



Liberalisme di Indonesia telah sebati, ia disebarkan tanpa suara atau bunyi, meresap jauh di dalam diri.
1) Tiada sensitiviti. Di Indonesia, masalah utama mereka adalah ketidakupayaan untuk melihat masalah sebagai masalah. Akibat liberalisasi (keterbukaan dalam konteks agama), pergaulan antara lelaki dan perempuan adalah di luar batasan.

2) Contoh ketara, tempat mengambil wudu’ di sana ada bercampur antara lelaki dan perempuan. Di mana tempat wudu’ lelaki di situ juga tempat wudu’ perempuan. Bahasa mudah, lelaki boleh melihat perempuan yg sedang berwudu’ dan begitu juga sebaliknya. Jika ada pengasingan tempat wudu’ pun, tempatnya masih terbuka dan masih boleh dilihat.


3) Pencairan akidah, ramai di kalangan mereka yang tidak bertudung namun masih bersolat di masjid. Biar ada yang mungkin berpendapat, mereka bagus kerana tetap menunaikan solat walaupun tidak bertudung. Namun dari sudut yang lain, ini menggambarkan rendahnya nilai agama bagi mereka. Agama itu adalah ritual semata-mata bukan implimentasi keseluruhan kehidupan, selektif hanya di masjid. Nilai maruah seseorang yang sebenar adalah bagaimana dia mengangkat nilai agama, jika rendah nilai agama, rendah juga nilai maruah mereka.

Masjid Istiqlal terletak berhadapan dengan Gereja Katedral di Jakarta.


4) Perkara 1, 2 dan 3 boleh dilihat di Masjid Istiqlal (masjid terbesar yang terletak di Jakarta). Bayangkan di musolla dan masjid-masjid lain di sana dengan keadaan serupa. Sambil tidak menafikan ada juga yang masih menjaga adab dan pergaulan di dalam masjid.

5) Hanya tak sampai 50 meter di hadapan Masjid Istiqlal adalah terletaknya gereja terbesar di Jakarta. Paling menarik keluar sahaja pintu utama masjid sudah boleh nampak gereja.

6) Kedua-dua bangunan itu, gereja dan masjid mempunyai perkataan ‘Allah’ pada dinding bangunan masing-masing. (Mungkin sangkaan generasi muda di sana “Boleh sembah mana-mana, gereja atau masjid, Allah juga)

7) Masalah sosial pula boleh diklasifikasikan kronik. Malam minggu di Jogjakarta remaja melepak di tepi-tepi jalan (lelaki perempuan berpelukan, memasang musik, dan berhibur). Di Bandung, malam minggu adalah malam ‘berpacaran’, boleh nampak pasangan duduk berdua secara terbuka tanpa ada rasa malu.

8) Golongan sedikit berusia masih gigih mencari makan, mengayuh beca, menjual makanan, dan membuat apa sahaja pekerjaan asalkan dapat sedikit duit untuk menyara keluarga. Orang tua mencari duit, golongan muda-mudi berpeleseran membuang duit.

Saya menghabiskan masa-masa di Indonesia dengan sebuah buku bertajuk ‘Islam dan Liberalisasi’ di tangan, sambil cuba mencari rasionaliti isu liberalisasi di Indonesia secara realiti. Sejak pertengahan kurun ke-19 telah ada usaha-usaha kolektif Jaringan Islam Liberal (JIL) di Indonesia, dan hari ini, ia membuahkan hasil. Ideologi liberalisme semakin subur di sana. Kalau kita masih bersangka baik dengan “liberalisasi”, Malaysia akan menyusul seperti apa yang Indonesia lalui hari ini. Wallahualam.





@http://pembinarcmp.net/

Thursday, December 19, 2013

Ini pendapat Gus Dur soal perayaan Natal




Sekarang sedang ribut berita soal ucapan selamat natal dari seorang muslim kepada umat Kristen yang diharamkan oleh ulama Aceh. Alasannya, perayaan Natal merupakan ritual keagamaan non-Muslim yang tidak dibenarkan bagi umat Islam untuk mengikutinya.

"Haram juga ucapan Natal, jangankan ikut mengucapkan, menyerupai saja dengan yang bukan budaya Islam sudah haram, apa lagi ikut terlibat dengan mengucapkannya," kata ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh, Abdul Karim Syeikh, Sabtu (14/12) saat dihubungi merdeka.com.

Sejak dulu sebenarnya masalah seperti ini sudah menjadi polemik di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Ada sebagian yang menilai haram, ada juga yang tidak. Nah, untuk memperkaya referensi, ada baiknya anda tahu bagaimana pendapat Gus Dur soal masalah ini.

Gus Dur pernah menulis artikel di Koran Suara Pembaruan pada 20 Desember 2003 berjudul: Harlah, Natal dan Maulid. Menurut Gus Dur , kata Natal yang menurut arti bahasa sama dengan kata harlah (hari kelahiran), hanya dipakai untuk Nabi Isa al-Masih belaka. Jadi ia mempunyai arti khusus, lain dari yang digunakan secara umum -seperti dalam bidang kedokteran ada istilah perawatan pre-natal yang berarti "perawatan sebelum kelahiran".

Dengan demikian, maksud istilah 'Natal' adalah saat Isa Al-Masih dilahirkan ke dunia oleh 'perawan suci' Maryam. Karena itulah ia memiliki arti tersendiri, yaitu saat kelahiran anak manusia bernama Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia.

Sedangkan Maulid, Gus Dur menjelaskan, adalah saat kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pertama kali dirayakan kaum Muslimin atas perintah Sultan Shalahuddin al-Ayyubi atau dalam dunia barat dikenal sebagai Saladin, dari Dinasti Mamalik yang berkebangsaan Kurdi. Tujuannya untuk mengobarkan semangat kaum Muslimin, agar menang dalam perang Salib (crusade).

Dia memerintahkan membuat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad, enam abad setelah Rasulullah wafat. Peristiwa Maulid itu hingga kini masih dirayakan dalam berbagai bentuk, walaupun Dinasti Sa'ud melarangnya di Saudi Arabia. Karya-karya tertulis berbahasa Arab banyak ditulis dalam puisi dan prosa untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad itu.

Dengan demikian, Gus Dur melanjutkan, dua kata (Natal dan Maulid) mempunyai makna khusus, dan tidak bisa disamakan. Dalam bahasa teori Hukum Islam (fiqh) kata Maulid dan Natal adalah "kata yang lebih sempit maksudnya, dari apa yang diucapkan" (yuqlaqu al'am wa yuradu bihi al-khash). Penyebabnya adalah asal-usul istilah tersebut dalam sejarah perkembangan manusia yang beragam. Artinya jelas, Natal dipakai orang-orang Kristiani, sedangkan maulid dipakai orang-orang Islam.

Menurut Gus Dur , Natal dalam kitab suci Alquran disebut sebagai "yauma wulida" (hari kelahiran, yang secara historis oleh para ahli tafsir dijelaskan sebagai hari kelahiran Nabi Isa, seperti terkutip: "kedamaian atas orang yang dilahirkan (hari ini)" (salamun yauma wulid) yang dapat dipakaikan pada beliau atau kepada Nabi Daud. Sebaliknya, firman Allah dalam surat al-Maryam: "Kedamaian atas diriku pada hari kelahiranku" (al-salamu 'alaiyya yauma wulidtu), jelas-jelas menunjuk kepada ucapan Nabi Isa.

Bahwa kemudian Nabi Isa 'dijadikan' Anak Tuhan oleh umat Kristiani, adalah masalah lain lagi. Artinya, secara tidak langsung Natal memang diakui oleh kitab suci al-Qur'an, juga sebagai kata penunjuk hari kelahiran beliau, yang harus dihormati oleh umat Islam juga. Bahwa, hari kelahiran itu memang harus dirayakan dalam bentuk berbeda, atau dalam bentuk yang sama tetapi dengan maksud berbeda, adalah hal yang tidak perlu dipersoalkan.

"Jika penulis ( Gus Dur ) merayakan Natal adalah penghormatan untuk beliau (Isa) dalam pengertian yang penulis yakini, sebagai Nabi Allah SWT."

Dengan demikian, Gus Dur melanjutkan, "menjadi kemerdekaan bagi kaum Muslimin untuk turut menghormati hari kelahiran Nabi Isa, yang sekarang disebut hari Natal. Mereka bebas merayakannya atau tidak, karena itu sesuatu yang dibolehkan oleh agama. Penulis ( Gus Dur ) menghormatinya, kalau perlu dengan turut bersama kaum Kristiani merayakannya bersama-sama."

Dalam litelatur fiqih, Gus Dur mengimbuhkan, jika seorang muslim duduk bersama-sama dengan orang lain yang sedang melaksanakan peribadatan mereka, seorang Muslim diperkenankan turut serta duduk dengan mereka asalkan ia tidak turut dalam ritual kebaktian. Namun hal ini masih merupakan ganjalan bagi kaum muslimin pada umumnya, karena kekhawatiran mereka akan dianggap turut berkebaktian yang sama.

"Karena itulah, kaum Muslimin biasanya menunggu di sebuah ruangan, sedangkan ritual kebaktian dilaksanakan di ruang lain. Jika telah selesai, baru kaum Muslimin duduk bercampur dengan mereka untuk menghormati kelahiran Isa al-Masih."





@ http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-pendapat-gus-dur-soal-perayaan-natal.html



Menjajal Kecepatan 4G LTE di Jakarta

General Manager Technology Roadmap and Acquisition, Edyson B. Tamba (kanan), sedang menguji kecepatan jaringan 4G LTE di kantor pusat Telkomsel, Wisma Mulia, Jakarta, Senin (23/9/2013).


Telkomsel melakukan uji coba jaringan nirkabel 4G Long Term Evolution (LTE), di dalam ruangan yang berlokasi di kantor pusatnya, Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Senin (23/9/2013). Anak perusahaan Telkom ini menggunakan pita frekuensi 1.800MHz dengan alokasi 5MHz.

Menurut General Manager Technology Roadmap and Acquisition, Edyson B. Tamba, uji coba ini menandakan perusahaan siap mengadopsi teknologi terbaru, karena sebagian besar BTS yang dimiliki Telkomsel siap 4G LTE. Selain Jakarta, Telkomsel juga menguji 4G LTE di Bali.

"Indonesia terbilang terlambat mengadopsi LTE, karena negara tetangga seperti Filipina sudah gelar LTE," katanya. Jika nanti Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah membuat regulasi tentang penyelenggaraan 4G LTE, Telkomsel menyatakan siap memberi layanan komersial.

Pada kesempatan uji coba ini, KompasTekno menggunakan ponsel pintar Samsung Galaxy S4 (warna putih) dan Sony Xperia Z (warna hitam), yang keduanya memakai sistem operasi Android . Untuk mengukur kecepatan internet, perangkat lunak yang digunakan adalah SpeedTest.net.

Bukan hanya dua ponsel di atas saja (Galaxy S4 dan Xperia Z) yang terkoneksi dengan jaringan 4G LTE. Beberapa karyawan Telkomsel yang berada di ruangan tempat uji coba juga terkoneksi dengan jaringan nirkabel generasi keempat tersebut.

Saat mulai menguji kecepatan internet, KompasTekno menempatkan kedua ponsel secara berdampingan lalu menekan tombol "Begin Test" pada aplikasi SpeedTest.net secara bersamaan. Berikut hasil uji coba 4G LTE yang dilakukan KompasTekno di kantor pusat Telkomsel:

Tes pertama

Uji coba pertama kecepatan 4G LTE Telkomsel dengan ponsel Sony Xperia Z (kiri) dan Samsung Galaxy S4 (kanan)

Tes kedua

Uji coba kedua kecepatan 4G LTE Telkomsel dengan ponsel Samsung Galaxy S4 (kiri) dan Sony Xperia Z (kanan)



Samsung Galaxy S4
Ping: 20ms
Download: 22,36Mbps
Upload: 20,57Mbps

Sony Xperia Z
Ping: 21ms
Download: 16,79Mbps
Upload: 15,75Mbps

KompasTekno juga menjajal kedua ponsel untuk sekedar berselancar internet sampai memutar video beresolusi tinggi. Kedua perangkat dapat memutar video di YouTube dengan lancar, tanpa putus.

Jika Telkomsel resmi menggelar 4G LTE, bisa jadi kecepatannya tidak sesuai dengan hasil uji di atas karena jaringan tersebut akan digunakan secara massal.





@http://tekno.kompas.com/

Telkom Kaji Pindahkan Flexi ke Telkomsel




Telkom Indonesia sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk menentukan masa depan layanan Flexi. Salah satu kemungkinan yang akan ditempuh adalah melikuidasi Flexi dan memindahkan pelanggannya ke Telkomsel.

Pihak Telkom memandang bisnis seluler berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) di Indonesia terus menurun. Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo mengatakan, Telkom merasa perlu membuat rencana jangka panjang terkait bisnis Flexi.

Namun, saat ini pihak Telkom masih mencari langkah yang paling tepat. "Segala sesuatu, baik yang berhubungan dengan pelanggan, penomoran, serta yang terkait dengan internal (infrastruktur dan sumber daya) akan dievaluasi secara menyeluruh," Arif saat dihubungi KompasTekno.

Rencananya, layanan Flexi yang selama ini berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan dialihkan menjadi Extended Global System for Mobile (E-GSM). Sekedar catatan, E-GSM merupakan upaya untuk memanfaatkan teknologi GSM di spektrum frekuensi 900 MHz. 

Jika nanti Flexi berganti teknolog GSM, berarti pelanggan setianya harus mengganti ponsel yang mendukung GSM. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah penomoran.

Flexi memiliki lisensi Fixed Wireless Access (FWA) atau Telepon Tetap Nirkabel, yang berarti layanan seluler mobilitasnya terbatas. Karena itulah, sistem penomoran Flexi menggunakan nomor telepon tetap atau dikenal dengan telepon rumah yang memiliki kode area seperti "021" untuk Jakarta atau "022" untuk Bandung.

Pada kuartal ketiga 2013, Flexi melayani 11,6 juta pelanggan dengan 4.000 base transceiver station (BTS). Jumlah itu anjlok dari 16,8 juta pelanggan pada periode sama tahun lalu.

Apapun langkah Telkom nanti, harus mendapat restu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, Telkom harus mengutamakan kenyamanan pelanggan jika ingin mengambil langkah terkait masa depan Flexi, termasuk masalah penomoran. 

"Telkom punya hak untuk menentukan masa depan Flexi, tapi semuanya harus mendapat persetujuan regulator dan mengutamakan pelanggan serta layanan," tegas Gatot.

Terkait sumber daya frekuensi, Telkom tidak bisa begitu saja mengalihkan frekuensi yang dimiliki Flexi kepada Telkomsel. Karena, frekuensi merupakan sumber daya alam yang terbatas dan dikuasai oleh pemerintah. Selain itu, Telkom dan Telkomsel juga dua entitas yang berbeda.




@http://tekno.kompas.com/


Wednesday, December 18, 2013

1 Alamat, Masjid & Gereja Ini Berbagi Tembok

Kubah masjid di sebelah salib tinggi. Tak ada keangkuhan di sana. 


Berbeda bukan berarti saling bermusuhan. Termasuk soal keyakinan. Kerukunan beragama niscaya terjalin jika masing-masing umat saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya. 

Ajaran itulah yang terpancar dari seberang Jalan Gatot Soebroto No 222 Solo. Di sana berdiri dua bangunan tempat ibadah yang berbeda: Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan. Dengan nomor alamat yang sama.

Dari kejauhan, dua bangunan ibadah terlihat menonjolkan lambang masing-masing, kubah hijau dan bulan sabit bintang, juga salib besar yang berdiri di atap gereja. Namun, tak ada keangkuhan di sana. 

Saking dekatnya, tembok masjid dan gereja saling berdempetan. Tempat imam masjid langsung berbatasan dengan ruang pertemuan gereja. Bahkan, di bagian atas ruang imam tersebut dibiarkan terbuka sehingga tembok salah satu ruangan gereja terlihat menonjol.

Menurut cerita Pendeta Widi Atmo Herdjanto, gereja dibangun lebih dulu pada tahun 1939. Kala itu, gereja didirikan di atas tanah milik H Zaini yang telah dibeli oleh sejumlah umat Kristen asal Danukusuman, Solo.

Saat bangunan gereja tersebut dibangun, para pendiri juga sudah mengetahui ihwal rencana pembangunan mushola, yang direalisasikan tahun 1947, tepat di sisi utara gereja. 

“Mulai saat itulah kerukunan kedua umat beragama ini terjalin, seperti halnya kedua bangunan tempat ibadah. Perwakilan  Islam maupun Kristen membangun prasasti tugu lilin sebagi simbol kebersamaan,” ujar Pendeta Herdjanto kepada VIVAnews, Jumat, 27 Juli 2012

Prasasti lilin yang memiliki tinggi 100 centimeter hingga kini masih tegak berdiri, posisinya di  tempat wudlu perempuan yang terletak di sebelah selatan masjid. Tugu bercat putih tersebut menjadi sumpah janji di antara kedua pemeluk keyakinan yang berbeda itu. Untuk hidup rukun dan damai. Jangan sampai terjadi permusuhan dan peliharalah kedamaian selamanya.

Mushola menjadi masjid

Dalam perkembangannya, bangunan mushola tersebut pun berkembang menjadi masjid. Seperti diceritakan Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Muhamad Nasir Abu Bakar, sebelum merubah bangunan mushola menjadi  bangunan masjid, pihaknya terlebih dahulu juga melakukan komunikasi dengan pihak gereja.

Demikian juga ketika ada permasalahan yang menyangkut kepentingan kedua umat tersebut, Nasir mengakui selalu mengedepankan komunikasi yang penuh rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Semisal, akan melakukan Salat Ied pada hari raya, pihaknya selalu meminta izin kepada pihak GKJ Joyodiningratan untuk meminjam halaman depan gereja untuk dijadikan sebagai tempat salat. Sebab, bangunan masjid terlalu kecil untuk menampung umat muslim.

“Sebelum melakukan Salat Ied, sekitar pukul 05.30 WIB jemaat gereja dengan remaja masjid berbaur ikut membersihkan jalan dan halaman yang akan menjadi tempat salat,” ujarnya.

Saat Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, seperti dikatakan Pendeta Herdjanto, pihaknya akan menghilangkan jadwal  kebaktian pagi pukul 06.30 WIB. Padahal, setiap Minggu dalam satu hari terdapat empat jadwal kebaktian, yakni pukul 06.30, 08.30,14.30, 18.30 WIB. “Tetapi untuk menghormati  saudara muslim yang Salat Ied di depan gereja maka kami meniadakan jadwal kebaktian yang pagi supaya tidak menganggu kekhusyukan saudara kita yang sedang melaksanakan salat,”  kata dia.

Pun demikian saat umat Kristiani melaksanakan kebaktian setiap hari Minggu, jemaat gereja tersebut juga parkir di depan masjid. Yang menjaga kendaraan mereka adalah remaja masjid. “Ini dilakukan supaya saudara kita yang Kristiani tenang dan khusyuk selama mengikuti kebaktian. Karena kendaraannya ditunggu remaja masjid,” tutur Nasir.

Bahkan, keberadaan pengeras suara masjid yang terletak tepat diatas kantor gereja juga tidak dipermasalahkan. “Tidak ada complain sama sekali. Suara adzan itu memang keras, ya memang fungsinya untuk panggilan salat bagi kaum muslim," ucap pendeta.

Sebaliknya saat kalangan jemaat gereja melakukan peribadatan pada  misa Natal, lanjut dia, pihak pengurus masjid juga tahu diri. Kalau biasanya sebelum adzan didahului dengan membaca Alquran dengan pengeras suara selama 10 menit, namun untuk menghormati peribadatan umat Kristiani, pembacaan Alquran itu ditiadakan.

“Jika berbarengan dengan Natal, kami meniadakan bacaan Alquran sebelum adzan supaya tidak menggangu peribadatan umat Kristiani. Ini merupakan cara untuk menghormati mereka,” tegas Nasir.

Terkenal hingga luar negeri

Sikap toleransi yang terjalin di kawasan tersebut kabarnya menyebar ke seluruh dunia. Banyak orang asing yang berkunjung. Selain ingin melihat dari dekat, merea juga ingin mengetahui kunci kerukunan yang terjadi antara umat beragama tersebut. Bahkan, dua pekan lalu mendapatkan kunjungan special dari kalangan tokoh agama Eropa.

“Biasanya mereka yang studi banding ke sini menanyakan mengenai berdirinya gereja dan masjid. Saya selalu bilang, gereja lebih dulu berdiri. Kenapa masjid bisa berdiri karena ada kesepakatan dari para pendahulu kita. Silakan membangun masjid bersinggungan, bersampingan dan bergadengan dengan gereja. Dan momentum ini disertai dengan pendirian tugu yang artinya tidak akan ada perbedaan dan permusuhan sampai nanti. Jadi ke depannya insya Allah tetap aman,” harap Nasir.

Prinsip kehidupan yang penuh dengan toleransi tersebut, dikatakan Nasir,  akan selalu ditularkan kepada generasi muda di daerah tersebut. 

Lantas, ia pun menegaskan bahwa baik dari phak gereja maupun masjid sangat menjaga betul arti pentingnya kedamaian, persaudaraan dan persatuan.  “Kami memang menjaga betul persatuan. Tetapi kalau mengenai agama tidak bisa bercampur, sendiri-sendiri. Dan dalam masalah itu ada pelajaran dari Allah bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi, lakum dinukum waliyadin,” ucapnya. 





@http://nasional.news.viva.co.id/

JK Mengabaikan Fatwa MUI Soal Ucapan Selamat Natal



 Entahlah kalau almarhum Buya Hamka masih hidup, bagaimana sikapnya ketika mantan wakil Presiden Jusuf Kalla mengabaikan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar umat Muslim tidak usah memberikan ucapan Natal kepada kaum Nasrani.
"Saya ucapkan selamat Natal bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT)," ucap Jusuf Kalla di Kupang, Kamis, 20 Desember 2012. Pernyataan Jusuf Kalla itu, bersamaan dengan kunjungannya  ke NTT, yang mayoritas penduduknya Katolik.
Apakah ini berkorelasi dengan kepentingannya tahun 2014, di mana Jusuf Kalla salah satu tokoh, yang namanya akhir-akhir ini mendapatkan dukungan yang tinggi, berdasarkan polling, khususnya menapaki calon presiden mendatang.
Tentu, Jusuf Kalla yang berambisi menjadi calon presiden 2014, ingin mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia,termasuk kalangan Nasrani. Apalagi, kaum Nasrani walaupun mereka jumlahnya minoritas, tetapi secara ekonomi mereka, terutama dari kalangan pengusaha Cina, mempunyai peran yang setrategis.
Bahkan, ketika Jusuf Kalla menjadi partnernya SBY, menarik Marie Pangestu (Cina) menjadi menteri perdagangan. Di mana Marie Pangestu adalah salah tokoh di CSIS, yang sangat anti terhadap Islam.
Sekarang pun, Jusuf Kalla mendapatkan dukungan politik dari tokoh Angkatan 66, yang dikenal dengan Liem Bian Koen , dan Liem Bian Kie, yang mempunyai pengaruh yang sangat luas, terutama dikalangan pengusaha, dan sekarang menjadi Ketua APINDO (Assosiasi Pengusaha Indonesia). Liem Bian Koen yang juga dikenal dengan Sofyan Wanandi itu, nampaknya sekarang menjadi figur penting dibelakang Jusuf Kalla.
Liem Bian Koen dan Liem Bian Kie aktivis mahasiswa Katolik (PMKRI), yang ikut dalam perubahan politik menjatuhkan Soekarno, yang konon, mempunyai hubungan dekat Amerika Serikat dan Eropa, dan kemudian terlibat dalam usaha penggulingan Soekarno di tahun l965.
Liem Bian Koen alias Sofyan Wanandi, bersama dengan Hary Tjan Silalahi, yang juga keturunan Cina, mendirikan CSIS, yang menukangi umat Islam bersama Jenderal Ali Murtopo, di awal Orde Baru,  dan membuat golongan Cina, berhasil mentake over (mengambil alih) ekonomi Indonesia seperti sekarang ini, dan membonsai pengusaha Muslim, dan sekarang terpuruk.
Tentu, Jusuf Kalla sangat sadar dengan rencananya yang ingin menjadi kandidat atau calon presiden di tahun 2014, dan berusaha memperluas dukungna politiknya, termasuk dengan golongan Katolik atau Nasrani.
Dengan mengharapkan dukungan kalangan Katolik dan Nasrani lainnya, perlu menciptakan langkah yang dipandang penting, terutama dalam momentum Natal seperti sekarang ini.

Sebaliknya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ingin menjaga akidah Muslim, melakukan langkah-langkah yang sifatnya preventif, dan  menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. Selain itu, ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal. Karena, mengucapkan selamat Natal, dapat berimplikasi terhadap batalnya iman seorang Muslim.

Tetapik, justeru Jusuf Kalla juga mengimbau agar masyarakat Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Sealatan (KKSS) di Kupang untuk tetap menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah ini. "KKSS harus tetap menjaga kerukunan di daerah ini," katanya.

MUI telah mengeluarkan fatwa pada 1981 di masa Ketua Umum MUI Prof. Dr. Buya Hamka. Fatwa MUI yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa K.H. Syukri Ghazali dan Sekretaris H. Masudi. Isi fatwa ini menyatakan haram bagi umat muslim untuk mengikuti perayaan dan kegiatan Natal.

Tokoh-tokoh yang mengaku Islam, dan sudah kebelet ingin mendapatkan kekuasaan,  tak peduli lagi rambu-rambu akidah, dan yang penting mendapatkan dukungan yang luas, serta berbagai kalangan dan golongan.

Inilah yang menyebabkan banyak tokok Islam, yang berubah, dan menjadi pragmatis, serta tidak lagi memandang penting akidah dan iman. Kekuasaan menjadi segalanya. Wallahu'alam.




@http://m.voa-islam.com/

Thursday, December 05, 2013

Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1 Tak Bakal Bikin Rupiah Menguat




Rencana redenominasi atau pemangkasan tiga angka nol rupiah dinilai tidak bisa membantu rupiah menguat. Secara tampilan rupiah akan terlihat keren, tapi nilainya tetap sama.

Pengamat Pasar Uang Farial Anwar mengatakan, rencana pemerintah menyulap Rp 1.000 jadi Rp 1 tersebut hanya berpengaruh secara psikologis saja. Misalnya seperti saat ini dolar berada di Rp 12.000 nanti setelah redenominasi jadi Rp 12.

Secara tampilan nilai tukarnya lebih keren dibandingkan saat ini, jadi mirip seperti dolar AS terhadap dolar Singapura di SGD 1,2 atau kepada mata uang Malaysia di 3,23 ringgit.

"Redenominasi itu hanya kurangi angka nol, tidak pengaruh terhadap nilainya. Tapi memang secara angka itu bagus," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (5/12/2013).

"Saat ini kan memalukan, saat mata uang lain perbandingannya ke dolar hanya angka satuan kita ini sampai di angka ribuan," jelasnya.

Namun ia sangat mendukung rencana redenominasi ini karena bisa memberikan kepercayaan diri pemegang rupiah. Ia menyayangkan rencana redenominasi ini masih berjalan lambat.

"Sayang rencana ini masih lama dan mungkin akan tertunda. Seharusnya kan 2013 ini sudah selesai sosialisasi dan 2014 mulai transisi," imbuhnya.

Pagi tadi dolar AS dibuka di level Rp 12.015. Tepat pada pukul 11.30 WIB, dolar sedikit melemah ke Rp 12.000. Bank Indonesia (BI) mematok kurs acuan para pedagang valas (Jisdor) di level Rp 12.018.



http://finance.detik.com/



Friday, November 29, 2013

Indosat Siap Luncurkan Satelit PALAPA-E




Memenuhi tenggat waktu dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) terkait pemanfaatan slot orbit satelit di orbit 150.5° Bujur Timur (BT), hari ini, Jumat (29/11) Indosat menyampaikan surat kepada Menteri Kominfo mengenai penandatanganan kerja sama PALAPA-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Sciences pada tanggal 27 November 2013 kemarin.
Kontrak kerja sama ini untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh Pemerintah sesuai tenggat waktu yang diberikan.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli dan EVP & GM Orbital Sciences, Michael E Larkin ini merupakan tindak lanjut rencana Indosat dalam mempersiapkan peluncuran satelit PALAPA-E di pada tahun 2016 mendatang.
"Penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen Indosat untuk memenuhi persyaratan Pemerintah. Dan kami bergembira dan berterima kasih kepada berbagai pihak sehingga perjanjian kerja sama dengan Orbital Science dapat ditandatangani dalam tenggat waktu seperti yang dimintakan pemerintah," ungkap Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat.
Satelit PALAPA-E akan menggantikan satelit PALAPA-C2 yang mengorbit di slot 150.5° BT. Satelit PALAPA-E yang akan dikendalikan dari Stasiun Bumi Jatiluhur ini menggunakan platform Satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences Corporation, memiliki kapasitas yang terdiri dari transponder C-Band standard dan extended serta transponder KU-Band (optional).
Satelit ini akan meng-cover wilayah Indonesia, ASEAN dan Regional Asia Pasifik. Satelit ini juga akan menjadi bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap maupuan data tetap.
"Orbital Sciences siap mendukung Indosat sebagai pelanggan kami dalam rencana desain, produksi serta peluncuran satelit yang merupakan proyek yang penting bagi Indonesia. Dengan seluruh kapasitas yang dimilikinya, satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences adalah solusi optimal guna memenuhi kebutuhan satelit Indosat," jelas Michael E Larkin, EVP & GM Orbital Sciences.
Layanan Satelit yang disediakan Indosat antara lain adalah Transponder Lease sebagai basic service untuk memenuhi kebutuhan konektifitas korporasi dan pemerintahan (seperti untuk jaringan e-KTP, ISP, dan lain-lain melalui jaringan VSAT), serta DigiBouquet dan Telecast Service untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan broadcasting.
Saat ini satelit PALAPA-D di lokasi orbit 113° BT telah menyiarkan 55 channel TV dan 5 channel radio free-to-air (tidak berbayar) dari dalam maupun luar negeri termasuk di dalamnya sebagian besar TV-TV nasional dan dinikmati oleh sekitar 15 juta pesawat penerima (TVRO) di wilayah Indonesia. Satelit PALAPA-D juga menjadi andalan sarana penyiaran bagi 3 operator TV berbayar nasional dengan jumlah total channel berbayar sebanyak 200 channel.
Adapun layanan Telecast Service digunakan untuk melayani berbagai macam kebutuhan siaran acara-acara tertentu seperti siaran langsung Liga Super Indonesia, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan PBB, SEA Games, dan lain-lain.
Indosat Grup memanfaatkan Satelit PALAPA-D dan PALAPA-C2 sebagai bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat Grup, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap, maupun data tetap dan juga anak perusahaan.

http://industri.kontan.co.id/



Wednesday, November 27, 2013

Australia Sadap Operasi Militer Indonesia di Timor-timur 1999





Bukan sekali dua kali Australia menyadap pejabat di Indonesia. Beberapa fakta menunjukkan intelijen Australia pun menyadap komunikasi militer Indonesia tahun 1999 saat krisis Timor Timur.

Saat itu Defence Signals Directorate (DSD) begitu leluasa mengorek beberapa informasi penting dari komunikasi militer Indonesia. Australia memang menjadi salah satu tulang punggung United Nations Mission in East Timor (UNAMET). Misi PBB yang mengawasi jalannya referendum Timor-timur. Akan tetap bergabung dengan Indonesia, atau memilih merdeka. UNAMET mulai bertugas 11 Juni 1999.

Fakta penyadapan ini dituturkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo , yang juga pakar teknologi informasi. Beberapa tulisan juga telah dipublikasikan di Sidney Morning Herald edisi 14 Maret 2002.

Tak tanggung-tanggung, yang disadap tokoh-tokoh kunci di Badan Intelijen Negara dan petinggi TNI/Polri. 

Berikut jalannya penyadapan tahun 1999 tersebut.


1. Tim elite Tribuana menyusup ke Timor-timur

Intelijen Australia mendapat informasi satuan elite Kopassus yang diberi sandi Satgas Tribuana masuk ke Timor-timur. Australia menduga pasukan ini melaksanakan misi terselubung. Percakapan tersebut diberi tanggal 9 Februari 1999. 

Diketahui salah satu Komandan Satgas Tribuana adalah Letkol Yayat Sudrajat. Perwira menengah Korps Baret Merah ini kemudian menjalani sidang Pengadilan HAM Ad Hoc Jakarta Pusat, 30 Desember 2002.

Yayat mengaku tugas Kopassus di sana bukan operasi militer, tetapi operasi pembinaan atau teritorial. Dia juga membantah Kopassus terlibat kerusuhan berdarah di Liquica tahun 1999.

Yayat akhirnya divonis bebas karena tak terbukti berperan dalam pelanggaran HAM di Timor-timur.

2. Percakapan Tribuana dengan Eurico Guterress

Eurico Guterres adalah komandan milisi pro-integrasi. Dia gigih memperjuangkan bergabungnya Timtim dengan Indonesia.

Intelijen Australia sempat menangkap pembicaraan Eurico dengan Tim Tribuana tanggal 14 Februari 1999. Saat itu Tim elite Kopassus tersebut menanyakan anak buah Eurico yang jadi korban kerusuhan.

Eurico menjadi komandan laskar Mahidi, mati hidup ikut Indonesia. Tribuana menjanjikan Eurico, TNI akan memberikan perhatian.

"Kami menjamin Brigjen Simbolon peduli pada anak buahnya yang terluka," garansi Tim Tribuana.


3. Danrem tanyakan kekuatan milisi

Intelijen Australia juga menyadap percakapan Komandan Korem 164/Wiradharma Kolonel Tono Suratman dengan Eurico Guterres. Tono menanyakan dimana kekuatan massa pro-integrasi yang bisa unjuk gigi.

Saat itu Eurico melaporkan ada 400 milisi bersiaga di luar sebuah hotel di Dili. Penyadapan ini menunjukkan TNI punya hubungan dekat dengan milisi pro-integrasi. Percakapan ini tercatat tanggal 5 Mei 1999.

Tahun 2002, Eurico sempat diadili karena diduga terlibat pelanggaran HAM dan kerusuhan di Timor-timur saat referendum. Dia dijatuhi hukuman 10 tahun. Namun dalam peninjauan kembali (PK), Mahkamah Agung memutuskan Guterress bebas.

Kolonel Tono sendiri tetap bertugas di TNI. Sempat menjadi Pangdam VI Tanjungpura di Kalimantan dan Asisten Operasi Kasad, dengan pangkat mayor jenderal.

4. TNI di belakang demo anti-UNAMET

Salah satu info penting yang disadap intelijen Australia adalah percakapan petinggi Badan Intelijen Strategi ABRI Brigjen Ariffudin. Terungkap TNI turut membantu demonstrasi massa pro-integrasi terhadap UNAMET.

TNI menyediakan material demonstrasi anti misi PBB di Timor-timur ini. Di antaranya bendera dan kaos. 

"5.000 kaos sudah disiapkan dan 10.000 lainnya masih diproduksi." Demikian informasi per tanggal 9 Agustus 1999.

Selain itu ada juga penyadapan percakapan antara Mayjen Zaky Anwar Makarim dengan perwira polisi terkait penghitungan suara referendum.

5. Tim Kiper-9 buru milisi prokemerdekaan

20 September 2009, Australia menyadap percakapan antar para petinggi TNI. Mayjen Zaky Anwar Makarim, Letjen Yunus Yosfiah dan Letjen Hendropriyono mendiskusikan soal 'pemindahan populasi'. 

Diduga merupakan upaya antisipasi jika referendum tanggal 30 Agustus, dimenangkan massa pro-kemerdekaan.

Tanggal 21 Agustus, ada percakapan antara TNI dengan politikus pro-Indonesia Francisco Xavier Lopez da Cruz. Intinya Kopassus membentuk tim pemburu Kiper-9. 

Misinya memburu tokoh-tokoh pro-kemerdekaan, atau orang-orang pro-Indonesia yang membelot pada lawan.



http://www.merdeka.com/