The Knowledge For Our Common

Saturday, September 07, 2013

Tolak Miss World, FPI Cari Harry Tanoesoedibjo




Juru bicara Front Pembela Islam, Muchsin Alatas, mengatakan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang terhimpun dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam akan melakukan unjuk rasa di depan kantor MNC Tower dan Markas Besar Kepolisian Indonesia.

"Setelah salat Jumat, kami akan mendatangi kedua tempat tersebut," ucap Muchsin kepada Tempo, Jumat, 6 September 2013. Target dari aksi tersebut, kata dia, adalah untuk menghentikan penyelenggaraan ajang Miss World 2013 yang akan digelar pada 28 September di Nusa Dua, Bali.

"Kami harus bertemu dengan bos MNC, Harry Tanoesoedibjo‎. Kami harus menghentikan acara ini karena tak sesuai dengan norma agama dan budaya," katanya.

Jika tuntutan mereka tetap tidak digubris, Lembaga Persahabatan Ormas Islam akan mengadukan Harry Tanoesoedibjo ke penegak hukum. "Agar kami tak dikira anarkis," tuturnya.

Menurut dia, ajang Miss Universe dan Miss World sama dengan pengumbaran maksiat. "Pada 2005 di Thailand, Artika Sari Devi dan para peserta lain Miss Universe tak hanya memakai bikini, melainkan mereka difoto telanjang di ruang ganti, di depan para pria petugas kostum," ucapnya. Oleh sebab itu, ia tak percaya bahwa penyelenggaraan Miss World 2013 steril dari acara mengumbar aurat. 


 @http://www.tempo.co/


PERGANTIAAN NAMA BLOG

MULAI 07 SEPTEMBER 2013 
http://amppex.blogspot.com/

20 Langkah Optimalkan Latihan

Membentuk otot tubuh impian Anda tidak sesederhana hanya latihan, diet, dan istirahat yang cukup saja. Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah latihan.


Bagaimana respon perkembangan otot tubuh Anda sangat bergantung dengan aktivitas yang Anda lakukan termasuk hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk dilakukan. Berikut ini adalah 20 langkah penting yang harus diperhatikan dan dilakukan pada sebelum, selama, dan sesudah latihan :

 Sebelum Latihan

  • Ajaklah partner latihan yang kemampuan recovery-nya selevel dengan Anda, mempunyai motivasi latihan yang kuat dan serius. Hal ini penting agar Anda dan partner saling mengingatkan dan memotivasi untuk latihan.
  • Pilihlah waktu latihan yang sesuai dengan jadwal Anda dan hindari jam sibuk gym agar latihan menjadi efektif dan minim dari gangguan.
  • Jika Anda merasa masih letih karena latihan sebelumnya, tunda latihan Anda dan berlatihlah hari berikutnya. Jika hal tersebut sering terjadi, rubahlah jadwal latihan atau gaya hidup Anda agar bisa pulih sepenuhnya dan tidak mengurangi jatah latihan Anda.
  • Jangan terlalu lama menunda latihan setelah makan karena bisa berakibat kekurangan energi latihan. Namun jangan pula langsung latihan sesudah makan karena bisa menyebabkan pusing saat latihan. Konsumsilah makanan yang mudah dicerna 2 jam sebelum latihan.

Selama Latihan

  • Sebelum mulai latihan beban, lakukan pemanasan selama 5-10 menit dengan olahraga intensitas rendah seperti latihan kardio dengan stationary cycling atau treadmil.
  • Manfaatkan pemanasan tersebut untuk untuk memanaskan tubuh sebagai persiapan melakukan latihan beban yang intens.
  • Kecuali Anda sudah benar-benar menguasai, lebih baik mencoba setiap gerakan latihan yang akan dilakukan dengan beban kosong lebih dulu daripada tidak. Tetapi jangan langsung melakukan gerakan latihan berikutnya tanpa istirahat beberapa menit.
  • Sebelum melakukan gerakan, periksa kembali catatan latihan Anda untuk gerakan yang sama. Lakukan evaluasi dan putuskan untuk menambah repetisi atau berat beban untuk meningkatkan perkembangan latihan.
  • Pastikan kekuatan genggaman Anda pada alat latihan cukup kuat. Gunakan bubuk kapur lifter jika perlu karena sangat membantu meningkatkan keamanan genggaman khususnya pada gerakan latihan punggung dan latihan otot tubuh bagian atas.
  • Pastikan juga posisi awal dan eksekusi gerakan latihan Anda sudah benar. Jangan sampai Anda baru menyadari kesalahan saat melakukan gerakan karena dapat berakibat cedera sehingga mengganggu rutinitas latihan.
  • Fokuslah untuk menyelesaikan set latihan yang sempurna. Jangan hiraukan segala jenis gangguan kecuali panggilan darurat. Jadikan menyelesaikan set latihan adalah tujuan utama Anda.
  • Anda bersama partner harus sama-sama saling memastikan eksekusi gerakan latihan sudah benar, intens, progresif, dan sesuai dengan teknik gerakan yang benar pula.
  • Gunakan penambahan beban sedikit demi sedikit. Pilihlah lempengan atau piringan beban yang kecil untuk menambah beban. Gunakan beberapa piringan beban kecil daripada langsung menambah piringan besar.
  • Jangan sekali-kali menambah beban kecuali Anda memang perlu. Berlebihan menambah beban akan menyebabkan kesalahan teknik gerakan dan mengurangi efektifitas target latihan. Jangan pernah mengorbankan repetisi atau set hanya demi bisa menambah beban.
  • Jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi saat latihan karena akan mengganggu fungsi organ tubuh bekerja maksimal. Pastikan minum cukup air atau minuman suplementasi selama latihan. Makin banyak berkeringat harus makin banyak minum.
  • Setelah menyelesaikan satu set latihan, catatlah jumlah repetisi dan berat beban yang diangkat. Pastikan setelah beberapa minggu ke depan, Anda harus meningkatkan beban atau repetisi latihan.
  • Mintalah partner untuk merekam gerakan latihan Anda dengan kamera video handphone agar bisa disaksikan kembali untuk bahan evaluasi benar tidaknya teknik gerakan Anda terapkan.

Setelah Latihan

  • Anda harus segera mengonsumsi minuman kaya protein dan makanan kaya karbohidrat yang mudah dicerna maksimal setengah jam sesudah latihan. Lebih tepatnya konsumsilah 30-50 gram protein dan 60-100 gram karbohidrat atau sesuai dengan ukuran tubuh Anda. Dua jam kemudian Anda harus konsumsi makan besar.
  • Pastikan tidur malam lebih awal pada hari-hari latihan selama 8-9 jam untuk memaksimalkan recovery paska latihan dan meningkatkan pertumbuhan massa otot.
  • Evaluasi kembali semua program latihan Anda per hari latihan termasuk video rekaman gerakan latihan Anda. Koreksi kembali teknik gerakan, waktu yang dibutuhkan per set, kontrol gerakan di setiap repetisi, teknik pernafasan, usaha yang dikerahkan, tingkat fokus dan konsentrasi, serta masih banyak lagi.
Selamat berlatih!




 @http://duniafitnes.com/

5 Aplikasi Termahal di Android




Ponsel Android memimpin sebanyak 80 persen dari pangsa pasar smartphone di dunia. Beragam variasi handset juga tersedia dengan harga yang lebih murah dari iPhone, dan dapat dikatakan sama halnya dengan aplikasi Android. Ketika Apple memasang harga hingga 999,99 dolar AS untuk sebuah aplikasi, Google memasang harga maksimal pada 200 dolar AS. Berikut beberapa aplikasi termahal Android versi PCMag seperti dilansir jeruknipis.com:

The Rob and Joe Show
DC mengkombinasikan Rob Maher dan penyiar radio Joe Robinson sebagai host komedi radio podcast dengan judul “The Rob and Joe Show”. Mereka membidik politisi dan kehidupan sehari-hari mereka sebagai topik komedinya. Pendengar bisa mendengarkan “The Rob and Joe Show” melalui streaming atau men-download aplikasi Androidnya sebesar 200 dolar AS yang bisa didengarkan kapan pun kamu mau. Tapi aplikasi ini free untuk IOS.

Aplikasi Biaya Kuliah Medis
Biaya sekolah medis Sky high dapat menyebabkan serangan jantung yang cukup serius.tapi seorang siswa memiliki obatnya. Sebuah aplikasi yang dapat membantu mereka sebesar 200 dolar AS untuk setiap download. Bagi donatur mungkin berpikir setelah lulus akan dibanjiri dengan uang, tapi siswa-siswa menjelaskan untuk membayar sekolah tersebut mereka harus bekerja berjam-jam menghasilkan sekitar 50 ribu dolar AS per tahun selama beberapa tahun . 
Live Clock Pro
Waktu adalah uang dengan aplikasi ini dapat melakukan makeover jam pada perangkat Android kamu. Dan diklaim dapat menghemat baterai.

VIC Traffic View
Lalu lintas di negara bagian Australia, Victoria, benar-benar buruk. Karena untuk berada di sana harus menginstal aplikasi ini. Aplikasi ini menyediakan pemandangan melalui kamera dan akses berita terbaru di jalannya.

Deduce - Grandmaster Edition
Level skill hanya sebagai deskripsinya saja. Kamu dapat membandingkan skor tertinggi kamu dengan orang-orang di seluruh dunia, tapi dibatasi kurang dari lima untuk mendownload statistiknya. Tapi yang dapat diketahui, permainan itu lebih cepat dari Tic-Tac-Toe, tapi serumit catur.



 @http://www.republika.co.id


Friday, September 06, 2013

Kondom di Mata Para Pekerja Seksual



Sekilas tak ada yang aneh dari ruko-ruko yang berderet rapi di bilangan Jakarta Selatan itu. Layaknya pusat bisnis, sore hari itu puluhan orang datang dan pergi di kawasan tersebut. Sebagian dari mereka yang datang ke kompleks ruko ini menggunakan mobil pribadi dan bernampilan rapi.

Semua terlihat normal, kecuali sebuah ruko yang lebih tertutup dibanding yang lain. Ruko ini dijaga seorang satpam berwajah sangar. Pengunjung biasanya akan menemukan ceceran uang koin di halaman sebelum pintu masuk.
Banyak orang tidak akan mengira bila ruko ini termasuk dalam daftar hotspot atau titik rawan penyebaran HIV/AIDS melalui transaksi seksual. Tempat tersebut merupakan lokasi praktik "esek-esek" yang berkedok panti pijat.
Di tempat tersebut tersedia layanan pijat "plus-plus" yang dilakukan oleh pria. Belakangan diketahui, uang-uang koin yang tercecer di halamannya merupakan salah satu ritual pembawa hoki yang dilakukan oleh pengelola tempat.

Saat disambangi, aroma asap rokok tercium sangat pekat memenuhi ruangan berpendingin. Suasana santai pun terasa dengan alunan musik pop yang terdengar cukup keras. Di meja depan, sejumlah pria dan seorang wanita tampak duduk santai menunggu pelanggan.

Sore itu Feri (bukan nama sebenarnya) sedang menanti pelanggan. Pria berusia 20-an tahun ini adalah lelaki pekerja seksual yang biasa melayani sesama jenis. Diakuinya bahwa tempatnya bekerja menyediakan layanan pijat plus-plus oleh pria. Sementara layanan pijat oleh wanita hanya tersedia tanpa layanan plus-plus.

Feri yang bukan pemain baru lagi di industri esek-esek mengaku sudah mengetahui dengan risiko penularan HIV yang dihadapinya. Pelatihan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mendampinginya sedikit banyak memberinya informasi mengenai HIV dan infeksi menular seksual (IMS).
"Tapi mau bagaimana lagi, itulah risiko yang harus dihadapi," ujar Feri.

Feri pun menolak untuk gentar terhadap risiko. Sebaliknya, dia memilih untuk "main aman", yaitu dengan selalu menggunakan kondom setiap melayani pelanggannya. Bahkan untuk aktivitas seksual oral sekalipun, Feri memilih untuk tetap menggunakan kondom.

"Itu sudah prinsip saya selalu pakai kondom. Saya juga pernah kehilangan pelanggan gara-gara prinsip saya itu. Tapi saya santai saja, soalnya sudah komitmen. Jadi sebelum melayani saya bilang dulu, harus pakai kondom," tandasnya.

Meski memegang prinsip selalu menggunakan kondom, Feri tak menampik fakta bahwa selama ini dia sangat jarang membeli kondom sendiri. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan kondomnya, Feri mengandalkan LSM yang rutin memberikan stok di panti pijat tempatnya bekerja.

Setiap bulan, LSM Yayasan Inter Medika (YIM) memang selalu memberikan stok kondom hasil donasi dari organisasi dunia yang peduli HIV/AIDS, seperti Unaids dan Unicef. Lebih kurang 720 kondom dan pelumas rutin diberikan untuk panti pijat tempat Feri bekerja.

"Jumlah segitu cukup kok untuk sebulan, seringnya malah sisa. Paling hanya pelumasnya saja yang sering habis. Kalau habis, kita biasa beli," jelasnya.

Jumlah stok kondom yang tidak pernah habis, diakui Feri, dikarenakan tidak semua pelanggan mau memakai kondom. Selain itu, tidak semua pekerja seksual berprinsip sama dengannya.
Menurut keterangan Aldi dari YIM, pelanggan yang tidak mau menggunakan kondom biasanya menawarkan untuk membayar lebih.

"Kalau sudah uang yang bicara, pekerja yang enggak punya prinsip ya akhirnya enggak pakai kondom juga. Itulah, semuanya dikendalikan uang," ucapnya, menyesal.

Aldi menjelaskan, pelanggan yang tidak mau menggunakan kondom umumnya adalah pria lajang yang tidak memiliki istri dan anak. Sementara itu, pria yang sudah berkeluarga umumnya lebih memilih untuk menggunakan kondom.

Menurutnya, pria berkeluarga mungkin lebih khawatir dirinya tertular HIV atau IMS yang nantinya bisa menularkannya lagi kepada keluarganya. Namun, keinginan untuk mendapatkan sensasi seks yang berbeda membuat mereka tetap berupaya menjajal layanan pijat plus-plus.

Berbeda dengan panti pijat plus-plus, sebuah tempat hiburan karaoke di kawasan yang sama tidak mendapatkan bantuan kondom dari LSM. Kendati demikian, pelanggan dinilai memiliki kesadaran yang lebih baik dalam penggunaan kondom.

Menurut keterangan dari seorang "mami" di kawasan tersebut, pelanggan di sana kebanyakan berasal dari Jepang dan Korea. "Karena dari luar kali ya, jadi kesadaran pakai kondom sudah tinggi. Mereka biasanya membawa kondom sendiri, meski kita juga nyediain," tutur Betty (bukan nama sebenarnya).

Walaupun disediakan kondom, tetapi Betty mengatakan, tidak ada praktik prostitusi di tempat tersebut. "Di sini hanya karaoke, kalau mau yang lebih, mereka bisa janjian sendiri di tempat lain," tegasnya.

Feri dan Betty hanyalah segelintir orang yang memilih menceburkan diri ke dalam dunia hitam. Selain mereka, masih banyak orang yang rela mengorbankan apa pun yang mereka miliki untuk kesenangan dunia semata. Kepedulian mereka pada kesehatan pun masih disangsikan.

Tak heran, kesadaran mereka untuk melindungi diri dari jeratan HIV ataupun IMS dengan kondom juga masih rendah. Menurut data dari Kementerian Kesehatan tahun 2012, penggunaan kondom rutin di kalangan populasi kunci baru mencapai 35 persen.

Padahal, data dari Kementerian Kesehatan, jumlah pengidap HIV di DKI Jakarta saja hingga Maret 2013 sudah mencapai 6.299 orang. Dan, diperkirakan ada 346.267 warga di Jakarta yang rawan tertular.

"Kasus HIV dan AIDS ini seperti fenomena gunung es, yang diketahui sekarang mungkin sangat kecil dari kenyataannya," ujar John Alubwaman, Kepala Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta.

Penggunaan kondom memang sedang digadang-gadang guna melindungi diri dari HIV dan IMS. Hal ini karena berhubungan seksual merupakan salah satu cara transmisi virus yang paling utama. Dan, kondom telah terbukti 97 persen efektif untuk mencegah transmisi virus.

Meski penggunaan kondom ditentang sejumlah pihak karena disebut-sebut melegalkan prostitusi, tetapi ingat, kondom juga alat kesehatan. Stigma terhadap kondom yang identik dengan seks dan tabu memang perlu diubah.

Menurut Erlian Rista Aditya, aktivis LSM Family Health International (FHI), distribusi kondom ke tempat-tempat yang mudah dijangkau tidak meningkatkan seks di luar nikah. Sebaliknya, penyediaan kondom justru akan mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual, seperti HIV dan IMS.

Prinsipnya untuk mengurangi tingkat penyebaran HIV dan IMS, jelas dia, adalah strategi ABC. A untuk abstinence, yang berarti tidak berhubungan seksual hingga menikah. B untuk be faithful, yang berarti setia kepada pasangan setelah aktif secara seksual. Adapun C untuk condom, yang berarti selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual apabila tidak bisa berpegang pada prinsip A dan B.

Erlian menyimpulkan, jika mampu memosisikan kondom sebagai alat kesehatan, tidak mengaitkan dengan legalisasi prostitusi dan tidak meningkatkan seks di luar nikah, maka kondom akan sangat berperan dalam menurunkan angka penularan HIV dan IMS.



 @http://health.kompas.com/


Thursday, September 05, 2013

Agar Tidak Sia-sia Nge-Gym, Perhatikan 5 Hal Ini

Sudah menjadi hal yang wajar saat Anda baru pertama kali masuk ke gym Anda akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencoba semua peralatan fitness yang ada. Bahkan saking semangatnya, Anda akan berlatih cukup keras selama 7 hari dalam seminggu.



Bukan hanya pemula, bahkan fitness mania yang sudah lama berlatih pun sering melakukan hal yang sama. Namun hasilnya latihan tersebut tidak memberikan hasil yang optimal, dan malah menimbulkan ketegangan otot atau cedera lain yang lebih parah.
Apa pun bentuk latihan Anda, disarankan untuk memulainya secara bertahap. Pemilihan jenis latihan dan gerakan bertahap bisa membantu Anda mendapatkan tujuan latihan.
Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mulai latihan di gym:

Pelajari Dasar-dasar Latihan

Mempelajari dasar-dasar latihan, baik itu latihan beban atau latihan kardio dapat membantu Anda mendapatkan hasil latihan lebih efektif tanpa membuang waktu. Setelah mempelajari bagaimana latihan tersebut seharusnya dilakukan, kini saatnya Anda belajar menggunakan peralatan di gym. Mintalah bantuan staf di gym atau personal trainer sebelum Anda menggunakan peralatan fitness.

Jangan Latihan dengan Perut Kosong

Jangan biarkan perut Anda kosong, terutama saat Anda akan latihan beban. Makanlah sebelum dan sesudah latihan. Tubuh Anda perlu bahan bakar untuk mendapatkan hasil maksimal dari latihan tersebut.
Konsumsilah makanan tinggi protein untuk membangun otot dan memperbaiki jaringan yang rusak. Anda juga harus menjaga suhu tubuh selama latihan agar tidak ‘overheating’ dengan minum beberapa teguk air saat latihan. Cara ini juga bisa menghindarkan Anda dari risiko dehidrasi.

Temukan Waktu Yang Tepat Untuk Berlatih

Anda pasti memiliki waktu favorit untuk melakukan latihan. Waktu favorit ini berperan besar dalam meningkatkan latihan Anda. Jika Anda tidak memilih waktu yang tepat untuk latihan, maka setiap gerakan latihan yang Anda lakukan terasa menjadi beban bagi Anda. Tentukan waktu latihan yang tepat bagi Anda agar saat melakukan latihan, Anda mendapatkan perasaan yang lebih baik.

Sebaiknya Tidak Melakukan Satu Jenis Latihan

Tak jarang saat berlatih, Anda akan melakukan crunch berjam-jam dengan harapan latihan ini dapat membakar lemak di bagian perut Anda. Padahal, cara ini tidak efektif untuk membakar lemak di perut Anda. Inilah yang membuat waktu Anda terbuang percuma.
Untuk memaksimalkan pembakaran lemak, sebaiknya kombinasikan latihan beban dan kardio dalam satu latihan. Selain lebih efekftif membakar lemak, latihan Anda pun tidak membosankan karena melakukan berbagai variasi latihan.

Tubuh Butuh Recovery

Latihan setiap hari, 7 hari seminggu, akan membuat tubuh Anda overtraining dan tidak memiliki waktu untuk memulihkan diri. Sisakan 1-2 hari dari program latihan untuk mengistirahatkan diri. Massa otot akan berkembang secara maksimal saat Anda mendapatkan istirahat cukup. Jika Anda berlatih terlalu lama dan terlalu sering, bisa-bisa otot Anda akan mengalami katabolisme otot (penyusutan otot).
Tumbuhkan semangat untuk berlatih dengan disiplin dalam diri Anda. Namun, semangat ini harus sejalan dengan pemahaman bahwa latihan berlebihan yang justru memicu overtraining tidak efektif untuk hasil latihan Anda.
Untuk hasil terbaik, mulailah latihan Anda secara bertahap dan sesuaikan berat latihan dengan kemampuan tubuh Anda. Selamat berlatih!




 @http://duniafitnes.com/


Inilah Cara Bernafas yang Benar saat Latihan beban

Orang-orang yang berlatih Tai Chi atau Yoga pasti sudah handal dalam hal pernapasan. Mereka percaya bahwa bernapas bisa mengubah energi internal.



Meski latihan beban termasuk jenis latihan yang aktif, bernapas juga memainkan peran penting. Secara ilmiah, bernapas memang belum dipastikan bisa mempengaruhi hasil dari latihan beban. Namun, teknik bernapas yang baik saat latihan dapat membantu Anda mencapai hasil terbaik latihan dan menjauhkan Anda dari risiko cedera.
Yuk, simak penjelasan berikut ini untuk mempelajari lebih lanjut:
Peraturan bernapas saat melakukan latihan beban:
  • Tarik napas (bernapas dalam) ketika Anda menurunkan beban dan menghembuskan napas saat Anda mengangkat beban. Misalnya, ketika Anda melakukan bench press, Anda menghirup napas saat Anda menurunkan beban dan menghembuskan napas saat Anda mengangkat beban.
  • Jika Anda tidak yakin bagaimana aturan di atas berlaku pada 1 jenis latihan beban, cobalah tarik napas ketika lempeng beban Anda turunkan dan hembuskan napas ketika lempeng beban dinaikan. Misalnya, ketika Anda melakukan leg press, hembuskan napas ketika Anda tengah memberikan beban pada kaki Anda dan sebaliknya. Jadi, satu nafas (masuk dan keluar) untuk satu repetisi.
Apa yang terjadi jika Anda tidak bisa mengingat kapan harus menarik atau menghembuskan napas? Apakah harus menahan napas?
Sebaiknya jangan, Anda tidak perlu menahan nafas. Jika Anda berhenti mengambil napas untuk semua repetisi, tekanan darah Anda bisa meningkat secara signifikan dan memberikan tekanan pada jantung. Anda kemungkinan akan mengalami sakit kepala atau pusing.
Dalam beberapa kondisi, khususnya saat Anda mengangkat beban yang berat, tanpa sengaja Anda menutup saluran udara (tenggorokan dan saluran hidung) tetapi masih berusaha mengeluarkan udara. Fenomena ini disebut sebagai manuver Valsalva.
Dampak dari manuver Valsalva adalah mengurangi aliran darah ke jantung. Selain itu, tekanan yang berlebihan dapat membuat orang tersebut pingsan, menggumpalnya darah yang menyebabkan darah berusaha keluar dari pembuluh darah, detak jantung yang tidak reguler hingga serangan jantung.
Jadi, dalam kasus terburuk ketika Anda tidak bisa menarik dan mengeluarkan napas secara benar, Anda sebaiknya bernapas saja seperti biasa. Bernapas secara normal lebih baik daripada menahan napas Anda. Kadang, powerlifters dan binaragawan juga menahan nafas selama satu set yang sangat berat, selama beberapa detik, tetapi itu bukan sesuatu yang orang awam atau weightlifter pemula harus dilakukan.
Tidak perlu khawatir jika Anda tidak dapat melakukan pernapasan secara benar. Dibutuhkan waktu untuk menguasainya. Setelah Anda mempelajarinya dan membiasakan diri, Anda akan bernapas secara benar layaknya bernapas secara alami. Mengatur napas saat mengangkat beban sangatlah penting. Selain menjaga agar oksigen tetap beredar di dalam tubuh, mengatur napas juga bermanfaat memberikan hasil yang maksimal saat berolahraga.
Jadi, setelah mempelajari teknik pernapasan, Anda disarankan jangan menahan napas ketika mengangkat beban berat, termasuk ketika Anda mengangkat perabot berat rumah, seperti mebel atau lemari.



 @http://duniafitnes.com


Tip Agar Repetisi Solid & Maksimal saat Latihan Beban




Repetisi adalah bagian yang penting dari latihan beban. Karenanya jangan heran kalau ternyata latihan Anda tidak membuahkan hasil maksimal karena repetisinya tidak solid dan kurang maksimal.

Saat latihan beban, banyak orang melakukan repetisi gerakan hanya sekedarnya saja untuk menyelesaikan latihan. Cara latihan seperti ini tidak akan memberi hasil yang efektif. Latihan dengan repetisi yang dilakukan dengan benar baru bisa disebut sebagai latihan yang 100% efektif.
Berikut adalah beberapa tip untuk agar repetisi Anda solid dan membuahkan hasil maksimal:

Atur Posisi Awal Yang Benar Dan Solid

Posisi awal yang benar dan solid membuat otot yang menjadi target bekerja maksimal dan terisolasi dari otot yang lain sehingga hasilnya efektif. Jika posisi awal tidak benar, isolasi otot gagal sehingga otot lain akan ikut bekerja atau tubuh malah bekerja menyeimbangkan posisi yang tidak benar tersebut.

Konsentrasi

Mudah dikatakan tapi susah dilakukan. Saat melakukan repetisi jangan asal angkat saja, pikiran melayang kemana-mana, asik menatap member lain, atau malah sambil ngobrol. Jika tetap susah berkonsentrasi, tutup kedua mata Anda dan rasakan benar-benar otot berkontraksi di setiap repetisi. Itulah yang disebut mind and body connection.

Lakukan Repetisi Sepenuhnya

Jika repetisi mengharuskan Anda mengangkat beban sampai titik penuh maka lakukanlah dengan seharusnya. Jangan berhenti mengayun beban sebelum sampai titik akhir atau jangan sampai melakukan setengah gerakan saja. Gerakan yang penuh akan menghasilkan kontraksi otot yang penuh pula.

Peregangan

Peregangan sebelum latihan juga paling banyak dilupakan fitness mania. Peregangan akan membantu otot Anda siap berkontraksi penuh saat eksekusi gerakan. Bahkan peregangan singkat sebelum gerakan berikutnya juga dianjukan. Ingat, peregangan berbeda dengan pemanasan.

Atur Ritme Nafas Yang Benar

Tarik nafas saat menurunkan beban, hembuskan nafas saat mengangkat beban. Ritme nafas yang benar membantu jantung bekerja maksimal dan terhindar dari sakit dada. Bahkan ritme yang benar ini juga membantu paru-paru bekerja dengan baik.

Jangan Ubah Posisi Tubuh Hingga Selesai

Selesaikan seluruh set dan repetisi dalam posisi tubuh yang benar dan sama. Meski gerakan otot target sama tapi jangan sampai posisi tubuh berubah dari satu set ke set berikutnya. Jadi biarkan hanya otot target saja yang “dihajar” dari awal hingga selesai.

Atur Jumlah Repetisi Yang Tepat

Jumlah repetisi menentukan tujuan latihan Anda. Pilihlah dengan tepat. Untuk tujuan melatih kekuatan otot butuh 6-8 repetisi per set. Membangun massa otot butuh 10-15 repetisi per set. Dan terakhir, untuk melatih ketahanan otot butuh 10 repetisi atau lebih per set. Ingat, sesuaikan jumlah beban dengan jumlah repetisinya sehingga Anda sudah failure saat repetisi terakhir.

Latihan Dengan Partner

Partner yang baik adalah yang siap menjadi spotter membantu mengamankan beban saat Anda tidak kuat atau memberi teriakan semangat dan motivasi saat Anda mengangkat beban. Partner yang baik memastikan Anda berlatih dengan efektif dan cepat menyelesaikan latihan.

Dengarkan Musik

Masih juga kurang termotivasi? Dengarkan musik favorit Anda yang beat per minute (bpm) atau temponya sesuai dengan ritme repetisi atau gerakan latihan Anda. Atau pilih saja musik apapun yang paling membuat Anda bersemangat.



 @http://duniafitnes.com/




Perhatikan 7 Hal ini Sebelum Membeli Suplemen Kesehatan

Akhir-akhir ini peredaran suplemen “palsu” kian marak. Di Amerika Serikat, Food and Drugs Administration (FDA) terus mengingatkan konsumen untuk lebih waspada terhadap beredarnya berbagai suplemen makanan yang terkontaminasi oleh zat-zat asing serta suplemen palsu yang mengandung bahan yang tidak sesuai dengan daftar bahan yang tertulis di labelnya. 



Di Indonesia pun beredarnya suplemen palsu juga semakin meresahkan. Oleh karena itu, kita sebagai konsumen pun dituntut untuk lebih jeli dalam memilih produk suplemen yang benar-benar baik dan berkualitas. Salah satunya adalah dengan lebih detil dan teliti sebelum membeli suplemen.
Saat ini banyak sekali bermunculan produk suplemen di sekitar kita. Tak menutup kemungkinan beberapa di antaranya adalah suplemen palsu yang justru bisa membahayakan kesehatan Anda. Jadi, jangan asal percaya pada suplemen yang bertuliskan “Made in USA” saja. Anda harus lebih teliti dalam membaca label suplemen Anda. Berikut ini beberapa tip penting yang perlu Anda ketahui pada saat membaca label suplemen.
  1. Pastikan ada tulisan “Dietary Supplement” di label suplemen Anda. Ini adalah ketentuan yang diatur dalam Dietary Supplement Health and Education Act of 1994 (DSHEA).
  2. Pastikan label suplemen Anda mencantumkan informasi dasar mengenai perusahaan yang memproduksinya, terutama nama dan alamat perusahaan.
  3. Periksa tanggal produksi (manufacturing date) dan tanggal kadaluarsa (expiration date) suplemen Anda.
  4. Pastikan suplemen Anda juga mencantumkan kandungan suplemen dengan jelas, berupa nama nutrisi yang terkandung di dalamnya dan berapa banyak kandungannya, bahan-bahan yang digunakan dalam suplemen tersebut, serta ukuran atau jumlah produk tersebut dalam satu kemasan (bisa berupa berat, jumlah tablet/kapsul/bentuk lainnya).
  5. Periksa informasi yang berkaitan dengan dosis dan cara penggunaan suplemen. Pastikan suplemen Anda berisi cara penggunaan (Direction for Use/Suggested Use), takaran saji (Serving Size), dan jumlah sajian per kemasan (Servings per Container).
  6. Periksa bahan-bahan yang digunakan dalam suplemen Anda, baik di bagian daftar bahan (ingredients) dan bahan lain (other ingredients). Suplemen yang baik akan mencantumkan bahan-bahan yang terkandung dalam suplemen secara lengkap.
  7. Pilih suplemen dengan bahan-bahan yang telah menjalani tes atau pengujian sebelumnya. Biasanya produk suplemen yang telah lolos uji kandungan akan diberi label USP (United States Pharmacopeia) yaitu lembaga internasional yang mengatur standar kualitas bahan baku suplemen sehingga kualitasnya lebih terjamin.
Setelah membaca label suplemen dengan lebih teliti, pastikan label suplemen tersebut memberikan Anda informasi yang benar. Bagaimana cara mengetahuinya? Gunakan informasi yang tertera pada label suplemen untuk menghubungi perusahaan yang memproduksi suplemen tersebut, untuk mencari tahu mengenai kualitas perusahaan dan produknya.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika mengkonsumsi suplemen, maka sangat disarankan untuk memilih merek suplemen yang diproduksi oleh perusahaan suplemen yang menerapkan pedoman GMP (Good Manufacturing Practices) atau di Indonesia dikenal dengan istilah ‘Cara Pembuatan yang Baik’.
Jadi, bacalah label suplemen Anda dengan teliti dan jadilah konsumen yang lebih bijak dalam memilih suplemen yang terbaik untuk Anda!



 @http://duniafitnes.com/

Perlukah Anda Mengonsumsi Suplemen Fitness?

Seseorang yang gemar melakukan aktivitas kebugaran atau fitness pasti akrab dengan suplemen makanan. Suplemen diproduksi dalam bentuk tablet, kapsul, atau pun cairan agar lebih mudah dikonsumsi.



Suplemen merupakan nutrisi tambahan yang melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh saat tubuh tidak mendapatkannya dari makanan sehari-hari. Dalam fungsinya, suplemen tidak ditujukan sebagai pengganti makanan pokok.

Perlukah Anda Mengonsumsi Suplemen?

Penggunaan suplemen dalam olahraga kebugaran (fitness) sering menjadi perdebatan, terutama di kalangan pemula. Sebagian menganggap tidak perlu, namun sebagian lagi merasa hasil latihannya tidak maksimal tanpa bantuan suplemen. Lantas, perlukah mengonsumsi suplemen dalam fitness?
Dalam beraktivitas sehari-hari, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang cukup sebagai bahan bakar dan proses metabolisme tubuh, baik dari karbohidrat, protein, atau lemak. Pola makan Anda sehari-hari terkadang kurang mencukupi kebutuhan nutrisi penting di atas, terutama zat gizi penting seperti protein.
Di Indonesia pola makan tinggi karbohidrat dan rendah protein masih menjadi budaya yang sulit untuk ditinggalkan. Secara umum, masyarakat kita akan lebih memilih sepiring nasi dengan dua potong tempe daripada sedikit nasi dengan lima potong tempe misalnya.
Padahal dalam olahraga fitness yang bertujuan meningkatkan perkembangan massa otot, pola makan tinggi protein adalah hal wajib yang perlu diterapkan, mengingat sumber pembentukan otot adalah protein. Nah, karena itulah seseorang yang berlatih fitness perlu mengonsumsi suplemen yang mengandung protein untuk memenuhi kekurangan protein tubuh.

Mengenal Suplemen Kebugaran

Ada berbagai varian suplemen yang saat ini beredar di pasaran. Kebutuhan suplemen untuk masing-masing orang pun akan berbeda tergantung dari tujuan masing-masing. Berikut ini contoh suplemen yang kerap digunakan para fitnessmania untuk mendukung pembentukan tubuhnya.
  • Suplemen Protein
    Ini adalah suplemen yang paling sering dikonsumsi para fitnessmania untuk menunjang perkembangan otot mereka. Seperti kita ketahui bahwa ‘makanan’ utama otot adalah protein. jika otot tidak mendapatkan asupan protein dalam jumlah yang cukup maka perkembangan otot akan sulit terwujud. Secara umum tubuh kita memerlukan 1 gr protein per kilogram berat badan dalam satu hari. Suplementasi protein ini diperlukan ketika makanan yang kita konsumsi tidak dapat mencukupi kebutuhan protein harian.
  • Suplemen Creatine
    Creatine merupakan salah satu suplemen favorit setelah protein karena kemampuannya dalam meningkatkan ukuran sel otot serta menciptakan tenaga yang eksplosif saat fitness. Creatine juga berperan penting dalam menunjang intensitas latihan yang lebih berat melalui kontraksi otot yang maksimal.
  • Suplemen Glutamin
    Glutamin merupakan asam amino non-esensial (bisa diproduksi oleh tubuh) yang membentuk lebih dari 60 persen jaringan otot rangka. Selain itu glutamine berguna dalam fase pemulihan setelah latihan dengan mencegah terjadinya cedera otot dan katabolisme otot (penyusutan otot).
  • Suplemen Multivitamin dan Mineral
    Tak hanya suplementasi berbasis protein, suplementasi multivitamin dan mineral juga penting untuk menunjang perkembangan otot. Kandungan multivitamin dalam suplemen ini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama latihan dan membantu proses pemulihan pasca latihan. Mineral penting seperti zat besi diperlukan untuk membantu produksi sel darah merah dan transportasi oksigen ke semua sel dalam tubuh, termasuk sel otot. Sedangkan zinc dibutuhkan terutama dalam pembentukan hormon testosteron dalam tubuh. Hormon ini berperan besar bagi pertumbuhan massa otot.
Pilihlah produk suplemen yang sudah memiliki reputasi yang baik dengan kualitas yang baik pula. Jika Anda belum bisa menentukan jenis suplemen yang terbaik untuk mencapai goal Anda, mintalah pendapat dari ahli kesehatan atau personal trainer yang bisa anda percaya.
Suplemen makanan bukanlah pengganti makanan pokok, jadi gunakanlah suplemen makanan dengan bijaksana dan tepat agar tujuan fitness Anda dapat tercapai secara sehat. 
 
 
 
 
 @http://duniafitnes.com/