The Knowledge For Our Common

Sunday, September 02, 2012

Sibuk Sambut Lebaran, Warga Lupa Kibarkan Bendera


 


Berdekatannya Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 dengan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah membuat banyak warga lupa mengibarkan bendera Merah Putih di rumahnya masing-masing.

Ani, warga Batu Delapan Tanjungpinang misalnya, ia  mengaku lupa mengibarkan bendera merah putih untuk memperingatkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Saat ini, ia dan juga tetangganya sibuk mempersiapkan kue lebaran menjelang Idul Fitri.

"Tahun ini saya tidak kibarkan bendera merah putih, karena tetangga saya juga demikian. Kami sangat sibuk menyambut Idul Fitri," ujarnya.

DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyatakan keprihatinannya banyak masyarakat Kota Tanjungpinang yang lupa mengibarkan bendera merah putih menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-67.

"Menyedihkan dari tahun sebelumnya, karena umumnya masyarakat Tanjungpinang tidak ada yang mengibarkan bendera merah putih," kata anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang juga warga Tanjungpinang, di Tanjungpinang, Kamis.

Bendera kebangsaan Indonesia biasanya dikibarkan di depan rumah warga tiga hari sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia. Namun kenyataannya, kata dia, kini hampir di seluruh pusat kota maupun di perkampungan tidak terdapat bendera merah putih yang dikibarkan.

"Justru di pusat kota banyak spanduk, bendera partai dan gambar bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang," ungkapnya yang juga Ketua Fraksi Amanat Nasional DPRD Kepri.

Ia mengatakan, kemungkinan masyarakat lupa mengibarkan bendera merah putih lantaran sibuk mempersiapkan makanan lebaran dan minuman untuk merayakan Idul Fitri. "Kami khawatir semangat nasionalisme masyarakat mulai luntur," ungkapnya.

Ia memberi apresiasi terhadap Pemerintah Tanjungpinang dan Pemerintah Kepri yang tetap konsisten mengibarkan bendera merah putih saat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia bahkan pada hari-hari biasa.

Namun pemerintah perlu melakukan beberapa langkah untuk mendorong masyarakat agar tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. "Saya berharap di daerah lain tidak terjadi seperti di Tanjungpinang," ujarnya.




@http://www.republika.co.id/

Bercermin pada 55 Tahun Malaysia Merdeka


Bercermin pada 55 Tahun Malaysia Merdeka

Indonesia dan Malaysia sering dihadapkan pada kondisi seakan "bermusuhan" tiada habis-habisnya. Begitu cepat reaksi itu tersulut, hanya karena persoalan yang tidak begitu prinsip. Sebagai bangsa yang merasa "mempunyai martabat", kita merasa diremehkan, harga diri diinjak-injak, bahkan seakan didzolimi oleh Malaysia.

Tapi kita seakan menjadi lumpuh, buta, tuli, bisu dan menutup mata dengan kondisi yang terjadi di dalam negeri sendiri. Para pemimpin kita, wakil rakyat kita yang dengan jelas dan gamblang telah menginjak-injak hak dan mendzolimi rakyat, sama sekali tidak ada gerakan yang melebihi reaksinya ketika menghadapi Malaysia.

Mungkin banyak yang lupa atau tidak mengerti sejarah terbentuknya negara Malaysia. Siapa-siapa saja penduduk Malaysia dan sampai sekarang bagaimana ketergantungan kita dengan Malaysia, terutama dalam hal tenaga kerja. Kita seakan juga menutup mata tentang itu.

Yang pasti dan tidak bisa dipungkiri, saat ini taraf hidup kita kalah jauh dengan Malaysia. Kita kalah dalam banyak hal, boleh dikata hampir semua sektor kita kalah dengan Malaysia. Mungkin ada beberapa sisi kita menang dibanding Malaysia. Tapi sisi dan kemenangan itu tidak membawa dampak manfaat kepada rakyat banyak.

Lebih kurang dua juta orang Indonesia yang mempunyai dokumen resmi (visa kerja), sekarang ini bekerja di Malaysia. Sementara, diperkirakan dua juta orang Indonesia juga yang tidak mempunyai dokumen resmi mencari nafkah dan penghidupan di Malaysia. Sebuah jumlah yang cukup banyak, sekitar 17% dari jumlah penduduk Malaysia yang hanya lebih kurang 26 juta orang.

Jumlah 4 juta orang Indonesia itu merupakan pendatang baru dari Indonesia, belum termasuk pendatang lama dan yang sudah mempunyai KTP Malaysia. Lebih dari itu, 75% penduduk melayu Malaysia berasal dari Indonesia.

Jadi tidak aneh dan jangan heran, apalagi sampai tersinggung kalau mereka  juga mempunyai adat dan tradisi yang sama dengan yang ada di Indonesia. Sekadar tahu, di provinsi Johor dan Selangor masih banyak orang kampong, yang dalam kehidupan sehari-hari masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasinya.

Sebagai orang Jawa, harusnya kita bangga ada orang luar negeri yang masih mempergunakan bahasa Jawa dalam pergaulannya. Coba perhatikan di Jakarta, berapa banyak anak keturunan Jawa yang bisa bertutur dalam bahasa Jawa?

17 Agustus 1945 merupakan kemerdekaan Indonesia, sementara 31 Agustus 1957 menjadi kemerdekaan Malaysia. Berarti, sudah 67 tahun usia Indonesia dan baru 55 tahun usia Malaysia merdeka. Secara usia, kemerdekaan kita lebih tua dari Malaysia. Secara sosio cultural, boleh dikata kita saudara tua Malaysia. Tapi dalam banyak hal, kita sudah kalah maju dari Malaysia.

Kononnya, sekitar tahun 1970-1980an banyak didatangkan guru-guru dan dosen dari Indonesia ke Malaysia, untuk membantu kemajuan pendidikan di Malaysia. Bahkan di sekitar tahun tersebut, kononnya orang Malaysia kalau ke Jakarta tidak ketinggalan untuk mengunjungi tugu Monas.

Kondisi seperti itu kini berbalik. Malaysia sudah jauh berlari meninggalkan Indonesia dalam berbagai hal. Sedang kita masih disibukkan dengan urusan perut. Sehingga, orang-orang yang punya kuasa berlomba-lomba untuk mengisi perutnya. Tidak cukup dengan beras tapi apa-apa yang bisa dimasukkan dalam perut akan ditelan walau itu bukan haknya. Ada semen, aspal, besi, hasil tambang, pajak, pokoknya semua akan disikat habis.

Kita juga masih disibukkan dengan urusan perebutan lahan. Lahan parkir, lahan dagang, lahan rumah, lahan basah, lahan empuk dan semua lahan yang dirasa akan mendatangkan keuntungan bagi perut. Efek dari itu banyak terjadi keributan, tawuran, kerusuhan, anarki dan peperangan sesama sendiri.

Semua disibukkan dengan urusan masing-masing. Pemimpin dan wakil rakyat yang seharusnya menyejahterakan rakyat, tapi yang ada hanya sibuk mencari pencitraan, sibuk otak-atik mempertahankan kekuasaan, juga sibuk merekayasa bagaimana meraih kedudukan dan kekuasaan. Kekuasaan yang seharusnya merupakan amanah yang harus ditunaikan, tapi yang terjadi kekuasaan untuk meraih popularitas dan kekayaan.

Serba instan, itu yang menjadi tren di Indonesia dalam berbagai bidang. Bermula dari ini, sering menimbulkan penyalahgunaan wewenang dan kesempatan. Akibatnya, terjadi ketidak adilan dan tidak mendidik kemandirian.

Banyak contoh dalam hal ini, karena ingin cepat selesai urusan maka dipergunakan jalur sogokan dan uang yang akan berbicara. Sehingga jalur formal dan legal akan kalah dengan model seperti ini. Kasus-kasus seperti ini banyak dijumpai hampir di semua sektor, lini pemerintahan dan swasta.

Pemerintah juga tidak serius melindungi rakyatnya dari berbagai macam bentuk perbuatan dari pihak pemerintah, swasta, dalam dan luar negeri. Rakyat yang selalu menjadi korban. Dari ketidak adilan, ketidak seriusan dan ketidak becusan pemerintah, rakyatlah yang akhirnya lebih kreatif dan bisa mengerjakan peran pemerintah.

Kondisi seperti ini berbalik 180 derajat dengan apa yang dialami oleh rakyat dan pemerintah Malaysia. Selama hampir 5 tahun saya hidup di Malaysia, tidak pernah membaca maupun mendengar anggota dewan study banding ke luar negeri. Tidak ada gejolak, baik dalam bidang ekonomi maupun kehidupan sosial yang lain. Semua sudah terprogram, tertata dan tersusun dengan rapi dan jelas.

Rakyat selalu diutamakan, tidak ada "urunan/patungan" untuk membeli aspal buat penegerasan jalan, sebagaimana yang terjadi di kampung-kampung di Indonesia. Tidak ada pembagian listrik dari 450, 900, 1300 dll, semua berdaya tinggi dan sangat aman.

Tidak ada naturalisasi pemain bola, bahkan pernah diberlakukan tidak ada pemain asing di klub-klub sepak bola. Tidak ada bentrokan dan kerusuhan supporter karena timnya kalah. Tidak ada penonton bola yang memaksa masuk karena tidak ada tiket.

Tidak ada pengembalian uang berupa permen, rokok atau suruh menggenapkan pembeliannya. Uang receh dari 1 sen sampai 100 ringgit siap sedia. Restoran akan dikontrol tentang peletakan daftar harga, dan kebersihan dapur. Pom bensin wajib menyediakan pompa angin, air, dan toilet. Toilet akan dikontrol dan jika kotor akan ditegur oleh pemerintah. Para pengguna pun tidak dipungut biaya.

Jika ada perbaikan jalan raya, maka akan dipasang batas pengaman sesuai seberapa jalan itu diperbaiki dan akan ada tulisan permintaan maaf karena pengguna jalan terganggu. Tentang hal ini, bandingkan dengan di Indonesia batas pengaman ala kadarnya dan sering membuat kecelakaan, dan sama sekali tidak ada permintaan maaf dari pelaksana maupun pemerintah.

Tidak ada profesi tukang parkir, sebab semua sudah memakai mesin. Kendaraan roda dua di tempat-tempat umum tidak dikenakan biaya parkir alias gratis. Ada parkir khusus di tempat-tempat tertentu yang memang disediakan untuk parkir. Hanya mobil yang harus membayar parkir. Tapi setiap hari libur bebas biaya parkir.

Masjid dan musholla semua mendapat perhatian dari pemerintah. Bangunan fisik dan pengurusnya. Tidak ada perbedaan mengenai permulaan Ramadhan dan 1 Syawal. Lembaga zakat dikelola oleh pemerintah/kerajaan, tidak seperti di Indonesia yang bertebaran lembaga-lembaga zakat yang tidak jelas bagaimana pertanggungjawabannya.

Rakyat hidup dengan tenang dan damai. Rakyat diperhatikan dan disejahterakan. Orang-orang cacat fisik dan mental mendapat subsidi biaya hidup dan diistimewakan. Karena itu dari hasil survei taraf hidup rakyat Malaysia jauh di atas Indonesia.

Jadi untuk apa wakil rakyat Indonesia jauh-jauh study banding ke negara Eropa, Amerika dan Afrika, kalau tidak ada hasilnya? Datang saja ke Malaysia, bagaimana pemerintah Malaysia mengurus negara dan rakyatnya. Jika tidak mau, undanglah saya. Saya siap mempresentasikan Malaysia dari berbagai aspek dan sudutnya.





@http://www.republika.co.id/

36 Rekor hebat yang dimiliki oleh Indonesia

Indonesia, negara kita.,. Negara yang sudah banyak di remehkan oleh negara lain, ., ternyata memiliki rekor2 dalam hal lingkungan dan bencananya.. :hypnotized:
Mari kita lihat 36 rekor terhebat yang dimiliki oleh Indonesia
1. Letusan Gunung Terdahsyat di dunia. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa meletus bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan terbesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.
2.Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.
3. RI merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
4. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
5. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
6. Pulau Bungin di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa NTB, merupakan pulau kecil buatan terpadat didunia melebihi kepadatan pulau Jawa dengan kepadatan 36000 jiwa/km2 sedangkan kepadatan pulau jawa hanya sekitar 813 jiwa/km2 atau kepadatan pulau Bungin sama dengan 44 kali kepadatan pulau Jawa. Pulau yang hanya seluas 8 hektar ini mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.800 Jiwa.
7. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
8. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
9. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
10. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
11. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus” yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
12. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
13. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
14. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
15. ndonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
16. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil)
17. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia
18. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
19. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak yaitu 150 species.
10027918 36 Rekor hebat yang dimiliki oleh Indonesia
20. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
21. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut / abrasi.
22. Hewan langka Komodo hanya tersisa di Pulau komodo NTT yang merupakan spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang tubuhnya mencapai hingga 3,13 meter dan beratnya mencapai 165 kg.
23. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
24. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
25. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
reticulated%2520python 36 Rekor hebat yang dimiliki oleh Indonesia
26. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.
sm1ikan226eps 36 Rekor hebat yang dimiliki oleh Indonesia
27. Spa terbaik di dunia berada di pulau Bali, penghargaan SPA Terbaik didapat dari majalah Senses di Eropa. Sebanyak 60.000 pembacanya menyatakan Bali sebagai The Best Spa Destination in The World 2009.
28. Indonesia menjadi negara dengan jumlah bank dan lembaga keuangan yang berlandaskan sistem syariah terbanyak di dunia. Hal ini terbukti dengan hadirnya 33 bank, 46 lembaga asuransi, dan 17 mutual fund yang menganut sistem syariah untuk semester pertama tahun 2009.
29. Sejak tahun 2006 Indonesia telah menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan hasil produksi pada tahun 2006 mampu mencapai sebesar 16 juta ton pertahun. Bersama dengan Malaysia, Indonesia menguasai hampir 90% produksi minyak sawit dunia.
30. Eksport nanas Lampung tahun 2008 menduduki peringkat dua terbesar di dunia.
31. Situs komunitas www.kaskus.us murni buatan Indonesia menempati peringkat teratas paling banyak dikunjungi dengan posisi ke-9 top site Indonesia berdasarkan peringkat Alexa (data 240409).
32. Paguyuban Pencinta Batik Pekalongan mendapat penghargaan Guinness World Records tahun 2005 setelah berhasil membatik kain sepanjang 1.200 meter persegi (setara 12.916 kaki) oleh 1.000 pembatik tulis berikut pewarnaannya dalam waktu satu hari.
33. Satu dari 4 masjid kubah emas didunia terdapat di Indonesia. Berikut nama dan tempat masjid kubah emas 1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei, 2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak, 3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina, 4. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia.
34. Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna facebook paling tinggi di asia tenggara. Pada tahun 2008, pengguna facebook di Indonesia tumbuh 645 persen mengalahkan China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura.
35. Berdasarkan www.internetworldstats.com, pengguna internet di Indonesia tumbuh lebih 1.150,0% dalam 10 tahun terakhir. Tahun 2008 saja total pengguna internet mencapai 25 juta dengan populasi 237.512.355 jiwa.
36. Pasar tanah abang merupakan pusat penjualan tekstil dan pakaian terbesar di Asia Tenggara.


tabang 36 Rekor hebat yang dimiliki oleh Indonesia
Sumber : http://almujaddid.wordpress.com/2009/04/29/36-rekor-terhebat-di-miliki-indonesia

@http://www.huteri.com/

Saturday, September 01, 2012

7 Pulau Di Indonesia Yang Kaya Raya Sejak Zaman Peradaban Kuno

Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua. Berikut 7 Pulau Di Indonesia Yang Kaya Raya Sejak Zaman Peradaban Kuno, yaitu :
1. Sumatera - Pulau Emas


Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.

Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun Mesir kuno.

Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.

Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.
2. Jawa - Pulau Padi


Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan "Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas", sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”.

Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.

Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”

Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.

Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.
3. Kepulauan Sunda kecil (Bali, NTB dan NTT) - Kepulauan Wisata


Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.

Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.

Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.

Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.
4. Kalimantan - Pulau Lumbung Energi


Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana" adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P'ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.

Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.

Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.

Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.
5. Sulawesi - Pulau Besi


Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa.

Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.

Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.

Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.

Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.
6. Maluku - Kepulauan Rempah-Rempah


Maluku memiliki nama asli "Jazirah al-Mulk" yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.

Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.

Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.

Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.
7. Papua - Pulau Surga


Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.

Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.

Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.

Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan "dunia yang hilang",dan "Taman Firdaus di bumi", dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.


Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah.
Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.

Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.

Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.
Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.

Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.
 
 
 
 
 
@http://onthespot7langka.blogspot.com/

Rayakan Kemerdekaan, Warga Malaysia Masih Berdemo

 Foto : Peringatan hari kemerdekaan Malaysia (msn)

KUALA LUMPUR - Ribuan warga Malaysia berkumpul di Dataran Merdeka untuk merayakan kemerdekaan dan melakukan unjuk rasa. Pada Kamis kemarin, mereka pun masih menyuarakan tuntutanya terkait reformasi undang-undang pemilu.

Banyak di antara warga Malaysia itu yang mengenakan kaos kuning. Kaos kuning adalah simbol dari Koalisi Bersih yang dipimpin oleh fraksi oposisi Anwar Ibrahim. Pada Kamis malam, mereka berteriak "Merdeka!" dan pada saat itu pulalah Negeri Jiran merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-55.

Kepolisian Malaysia mengawasi para warga yang berkumpul di Dataran Merdeka karena para warga berniat untuk menggelar parade. Sejumlah warga menyuarakan tuntutannya kepada Pemerintah Malaysia untuk melakukan reformasi undang-undang pemilu, sebelum Pemilu Parlemen Malaysia digelar. Demikian, seperti diberitakan CNA, Jumat (31/8/2012).

Namun Bersih mengatakan, sekumpulan anggotanya yang ada di Dataran Merdeka tidak akan melakukan unjuk rasa. Pemerintah Malaysia sempat menghimbau warga agar tidak menjadikan Dataran Merdeka menjadi tempat berunjuk rasa menuntut reformasi pemilu.

Meski demikian, seluruh warga yang hadiur mengatakan bahwa, perayaan hari kemerdekaan itu sudah dipolitisasi. Mereka pun tetap menyuarakan tuntutannya kepada Pemerintah Negeri Jiran



@http://international.okezone.com/